ZAKAT FITRAH

Assalamualaikum sahabat semua,, pakabar ni,, 
oa kali ini ada sedikit info, semoga bermamfaat yea.. aminnn

Ø  Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa artinya tathir, yaitu menyucikan atau membersihkan. Jiga bisa ( bertambah – tambah ). Sedangkan menurut istilah syara’ zakat merupakan harta tertentu dari jenis harta tertentu yang dikeluarkan oleh orang tertentu kepada orang tertentu dengan kadar tertentu dengan cara – cara tertentu.
Secara garis besar zakat terbagi dua, yakni zakat maliyah dan zakat fitrah. Zakat fitrah adalah kadar tertentu dari makanan pokok yang di keluarkan oleh setiap jiwa dengan sebab masuknya bulan syawal.

Ø  Dalil Tentang Wajib Zakat Fitrah

Landasan dasar wajib zakat fitrah adalah Rasulullah saw bersabda:

عن إبن عمر رضي الله عنه : فرض رسول الله زكاة الفطر من رمضان على النّاس صاعا من تمو أو صاعا من شعير على كل حو أو أنثى من المسلمين

Artinya : dari Ibnu Umar ra: “ mewajibkan fitrah oleh Rasulullah pada bulan Ramadhan kepada seluruh manusia, baik orang merdeka ataupun budak, baik laki – laki maupun perempuan, yaitu satu sha’ kurma atau langla. ( H.R Bukhari & Muslim ).

Ø  Wajib Zakat Fitrah Dengan Ada 3 Faktor
1)      Islam
2)      Dengan terbenamnya matahari pada akhir bulan ramadhan
3)      Mempunyai kelebihan dari pada pangan ( makanan pokok ) pada hari lebaran.

Ketiga Ini berdasarkan sumber : ( Al – Bajuri, Juz I : 278 )

Ø 
Syarat Menunaikan Zakat
1)      Niat menunaikan zakat.
2)      Memberizakat kepada orang yang berhak menerimanya
Berdasarkan ( I’anatu Al – Thalibin, Juz II : 204 )

Ø 
Orang – orang yang berhak menerima zakat
ü  Orang fakir
ü  Miskin
ü  Amil
ü  Muallaf
ü  Riqab
ü  Gharim
ü  Sabilillah
ü  Ibnu Sabil
Sumber : ( I’anatu Al – Thalibin, Juz II : 211 )

Orang – orang tersebut Allah sebutkan dengan jelas dalam Al – Qur an surah At-Taubah ayat 60:

إنماالصدقة للفقراء والمسَاكيْن والعاملينِ والمؤلفه قلوبهم والرقاب والغارميْن وفى سبيل الله وابْن السبيل (التوبه : ٦٠

Artinya: “ Hanya sanya sedekah ( zakat ) itu di berikan kepada orang – orang miskin dan orang – orang yang bekerja pada pembagian zakat ( si Amil ) dan orang – orang yang dijinakkan hati mereka dan hamba sahaya dan orang yang berutang dan pada jalan Allah dan orang musafir.” (QS At- Taubah : 60)
Sumber : ( Ia’natut Al – Fakir dan At- Thalibin juzu’ II : 211 )

Ø 
Orang – orang yang tidak berhak menerima zakat
ü  Kafir
ü  Orang kaya dengan usaha atau harta
ü  Hamba selain riqab
ü  Bani hasyem
ü  Bani Mutallib
( Al – Bajuri juzu’ I : 205 )

Ø 
Waktu menunaikan zakat fitrah
ü  Waktu boleh ; yaitu pada awal bulan ramadhan
ü  Waktu wajib ; yaitu waktu terbenamnya matahari
ü  Waktu yang afdhal ; yaitu sebelum selesai sembahyang hari raya idul fitri
ü  Waktu makruh ; yaitu sesudah selesai shalat
ü  Waktu haram ; yaitu mengakhiri tunai zakat sesudah hari raya.
( Al – Bajuri juzu’ II : 43 )


Ø 
Masalah - Masalah yang sering di pertanyakan dalam zakat fitah
a)      Kadar Zakat Fitrah
Kadar zakat fitrah adalah satu sha’ ( 5 rithal 1/3 dengan ukuran rithal baghdad ).
Imam Rafi’i ; satu sha’ adalah 663 dan 1/3 dirham
Imam Nawawi; satu sha’ adalah 685 dan 5/7 dirham
Ukuran satu sha’ adalah 3,446 liter atau 1,728 bambu
Jika yang di keluarkan adalah beras maka kadar satu sha’ adalah 2.27648 kg, karesa satu liter beras mempunyai berat 0,8 kg.

b)      Zakat Istri Hamba
Seorang hamba tidak wajib membayar zakat fitrah istrinya yang merdeka, sekalipun wajib terhadapnya memberi nafakah. Karena nafakah tujuannya untuk menopang hidup sedangkan fitrah diwajibkan karena ada kelebihan, sedangkan hamba bukan orang yang di katagorikan mempunyai kelebihan. ( Mahalli juzuk’ II : 43 )

c)       Zakat hamba mukhatab ( budak yang di janjikan merdekan dengan tebusan )
Hamba mukatab tidak dikenakan kewajiban zakat, walaupun ia memiliki harta, karena harta belum ada jaminan 100% ( status kepemilikannya terhadap harta masih lemah ), karena mungkin saja dia menyerah dari harta tebusan kitabah, maka semua yang ada padanya otomatis menjadi milik si sayed.
Terhadap sayed juga tidak wajib menunaikan fitrah hamba mukatab tersebut, karena dia sudah dianggap terpisah dari kekuasaan sayed. (Tahrir juzu’ I : 371)

d)      Zakat fitrah anak
Boleh bagi si wali mengeluarkan zakat untuk anak kecil yang belum akil baligh. Sedangkan anak yang sudah akil baligh, tidak boleh di keluarkan zakat atas namanya tanpa pengetahuan darinya.

Sumber : Al - Mahalli, I'anatu Thalibin, Tahrir dan Bajuri
Dari      : MABDA Arongan Samalanga ( Aceh )

11 komentar:

  1. siip boss, terima kasih sudah berbagi, infonya sangat berguna untuk mengingatkan bagi yang lupa. salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh iya bang,, samar - samer :)
      trims uga dah share bang yea :)

      Delete
  2. terima kasih mas udah share, jadi mengingatkan kembali...apalagi beberapa bulan ke depan kita akan menghadapi bulan Ramadhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. yea sama2 bang :)
      trims kebali :) trims jg tas knjgnnya :)

      Delete
  3. Alhamdulillah...sama2 kita amalkan dlm diri, kalau kita punya kelebihan kenapa tidak kita membantu mereka yg memerlukankan? thanks ya infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yea,, sama - sama KY ;)
      smoga ja bulanni banyak yang melakukan perubahan yea kak :)

      Delete
  4. Ilmu menarik di bulan Rajab..
    Persiapan untuk bulan Ramadhan nanti..

    Terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. samer - samer kak Nayla,, trims knjngannya ni :)
      salam kak . .

      Delete
  5. ia,,
    mantap..
    berilah zakat bagi yang mampu,,
    jangan pelit2 iyeeee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe insyaAllah manusia karang dak pelit lagi bang hayyy ;)
      trims tas knjungannya ni :)
      salmm :)

      Delete
  6. Slm kalau sy dah bekerja, emak sy ibu tunggal. Sy ade abang yg dah bekerja. Kalo sy bayarkan zakat untuk mereka semua bolehkah? Ke abang sy perlu bayar zakat sendiri?

    ReplyDelete