Setelah Kemerdekaan Dari Belanda

Setelah Kemerdekaan Dari Belanda

Pada 24 agustus 1945, pemerintah militer jepang di aceh menyatakan secara umum bahwa perang telah berakhir, dua hari setelah kejadian tersebut, pesawat menyebarkan selebaran di Aceh dengan pesan “ Perang telah usai. Jepang sudah mengakui tunduk tidak dengan perjajian”. Dibawah selebaran tersebut tertulis kata-kata sebagai berikut: Hidup indonesia !! Hidup Seri Ratu !! berdasarkan isi selebaran itu, para pemimpin aceh meramalkan akan kembalinya belanda.


Meskipun demikian beberapa minggu berlalu, berita tentang proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di Jakarta telah tersebar luas di Aceh. Berita tentang kemerdekaan menyebabkan dinaikkan bendera merah putih sejak September secara berkala. Para ulama aceh masih curiga kepada Belanda yang akan membahayakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan memperingatkan bahwa mereka akan menjajah kembali Indonesia.

Belada mulai melakukan agresi militer, dan pada bulan September 1945 telah berada dimedan, angkatan Perang Inggris menduduki pulau WEH dan pelabuhan SABANG pada 7 September. Keadaan ini di hadapi oleh ulama dengan melakukan pertemuan yang memutuskan untuk memberi dorongan kepada RI terhadap proklamasi kemerdekaannya.

Pertemuan itu menghasilkan sebuah kesepakatan yang disebut “ Deklarasi Seluruh Ulama Aceh” yang ditandatangani oleh empat Ulama terkenal yaitu :

1)      Tgk. M. Daud Beureueh
2)      Tgk. Ahmad Hasballah Indrapuri
3)      Tgk. Ja’far Siddiq
4)      Tgk. Hasan Krueng Kalee.

Deklarasi mendorong rakyat untuk bersatu mendukung pemimpin besar Sukarno dalam perlawanan terhadap belanda yang ingin kembali ke daerah nenek moyang kita Indonesia.

Berita tentang pertempuran pada 10 November 1945 di Surabaya, ulama aceh merasa bahwa deklarasi ulama Aceh tidak cukup untuk menghadapi apa yang terjadi di negara waktu itu. Apa yang dibutuhkan adalah mengumpulkan rakyat yang memberitahu mereka bahwa ini adalah saat yang tepat untuk berjihad.

Pada 17 November, beberapa Ulama berkumpul di mesjid Baiturrahaman dan membentuk angkatan perang ISLAM yang di namai Laskar Mujahidin untuk mengikuti perang suci. Laskar ini dipimpim oleh Tgk. M. Daud Beureueh, oragnisasi ini dalam waktu yang singkat membangun markas di beberapa wilayah.selanjutnya laskar ini berubah namanya menjadi Divisi Tgk. Chik Di Tiro dan Aceh timur di beri nama Divisi Tgk. Chik Paya Bakong. Divisi Tgk. Chik Di Tiro dipimpim oleh Tgk. M. Daud Beureueh, Divisi Tgk. Chik Paya Bakong dipimpim oleh Tgk Amir Husain Mujahidin.

Didorong oleh semangat perang suci, rakyat aceh berjuang dengan penuh semangat untuk mencapai tujuan mereka. Mereka yakin bahwa melalui jihad fisabilillah mereka akan menang, karena jika mereka gugur akan masuk surga dan jika mereka selamat negara akan bebas dari pendudukan belanda.

Melihat rakyat Aceh mempertahankan daerahnya dengan penuh semangat, Belanda tidak jadi masuk ke Aceh, walaupun Belanda sudah mendirikan markasnya di Medan, sama halnya yang dilakukan Angkatan Perang Inggris di pulau Sabang. Agresi pertama belanda pada 21 juli 1947 gagal masuk ke Aceh.

Untuk menghargai besarnya peranan ulama di Aceh pemerintah pusat menetapkan Tgk. Daud Beureueh sebagai Gubernur militer Aceh, langkat dan Tanah Karo, bersama dengan pembantu-pembantunya dari kalangan ulama seperti Tgk. Abdul Wahab Seulimum.

Semoga dengan sedikit sejarah Aceh yang Tangga Curahkan bisa jadi bahan ulangan buat sobat sekalian... salam sukses dari Tangga ISLAM...
وَالسَّلَامْ
تَڠڬَا إِسْلَامْ

Larangan Bagi Wanita Menyambung Rambutnya Dengan Rambut Orang Lain


Assalamualaikum wr. wb sahabat ...
Kali ini Tangga nak berbagi sedikit tentang masalah sambung – menyambung rambut atau disebut juga cemara tau dengan yang lainnya.  Ya jika sobat yang memang sudah mengetahui dengan hal ini anggap saja sebagai bahan ulangan ya, dan juga sampaikan kepada sahabat – sahabat kita yang lainnya.


Mudah – mudahan saja dalam kalangan kita ini tidak ada yea,, hehehe. Soalnya sangat bahaya jika ini bisa terjadi. Tahukah sobat, Rasulullah saw. tidak senang alias mengutuk orang yang menyambung rambutnya dan meminta rambutnya untuk disambung begitu juga dengan tatto sobat. 

Dalam sebuah  hadist yang menyatakan :

عن ابى هريرة اَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ اِلَى النَّبِيْىِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ  يَارَسُوْلَاللهِ اِنَّ لِى ابْنَةً عَرُوْسًا وَقَدْ تَمَزَّقَ شَعْرُهَا مِنْ حِصْبَةٍ اَفَأَصِلُهُ ؟  فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  لَعَنَ اللهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ

Arinya : Dari Abu Hurairah, bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi saw,, lalu katanya : “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya anak perempuanku akan menjadi pengantin, sedang rambutnya telah rusak karena penyakit campak, maka bolehkan aku menyambungnya ? Nabi saw. Menjawab : “ Allah melaknati orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tatoo dan orang yang minta di tattoo.”(HR. Abu Dauwud & Ahmad)

Hadist ini disebutkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq.

Dari hadis ini bukankah sudah sangat jelas yang bahwa Rasulullah saw. Tidak menyukai orang – orang yang semacam ini. Jika Rasulullah tidak suka kepada kita apalagi Allah SWT. Na’uzubillah semoga kita tidak termasuk salah satu dari golongan ini ya. Kita sebagai ummatnya sudah semestinya kita mengikuti  jejaknya, begitu juga warisnya, itulah para sahabat dan ‘ulama.

Dikatakan di dalam Kitab Nailul Authaar :
Menyambung rambut itu diharamkan karena laknat itu tidak dikenakan pada yang tidak diharamkan. Kata Nawawi: inilah kenyataan yang dipilih. Dia berkata : sahabat-sahabat kami telah menjelaskannya,kata mereka: Bila perempuan menyambung rambutnya dengan rambut manusia maka hal itu jelas haramnya, dan tidak di perselisihkan lagi; baik yang disambungkan itu rambut dari lelaki, perempuan, rambut muhrimnya, rambut suaminya atau rambut yang lainnya, tanpa diperselisihkan lagi karena keumuman dalil-dalil tersebut.

Bila seorang perempuan menyambung rambutnya dengan rambut manusia yang sudah mati atau rambut binatang maka hukumnya haram pula karena hadis diatas, dan karena dia secara sengaja dia membawa najis kedalam shalatnya dan yang bukan shalat. Kedua hal ini sama saja hukumnya baik bagi yang sudah menikah atau tidak, baik laki-laki ataupun perempuan.

Adapun rambut yang suci yang bukan dari manusia, bila perempuan itu tidak mempunyai suami atau tuan maka haram hukumnya. Bila sebaliknya ini ada tiga pendapat; Pertama, tidak di perbolehkan karena zahirnya hadist-hadist diatas. Kedua, diperbolehkan. Ketiga, bila perempuan itu menyambungnya atas seizin suami atau tuannya, maka hal itu diperbolahkan, bila tidak diizinkan, haram hukumnya. Pendapat ketiga ini adalah pendapat yang paling sahih bagi mereka.

Nah sobat walaupun sedikit yang dapat tangga curahkan, kira mana bermamfaat amalkanlah dan bila sebaliknya abaikan saja, Pihak Tangga hanya menyampaikan sobat, semoga bisa berguna yea, salam sukses buat semuanya, aminnn
Sumber : Fiqih / Saiyyid Sabiq                
وَالسَّلَامْ
تَڠڬَا إِسْلَامْ

Memberi Semangat Kepada Buah Hati


Assalamualaikum wr. wb

Memberi semangat kepada sang buah hati,,,


Sesungguhnya pemberian semangat dari kedua orang tua atau ibu gurunya terhadap anak-anak khususnya perempuan ini merupakan buah yang sangat baik dan pendorong bagi roda keberkahan untuk menuju masa mendatang. Dengan memberikan semangat terhadap anak-anak perempuan sesuai dengan kecenderungan masing-masing, anda akan mendapatkan bahwa salah satu dari mereka ada yang cenderung kepada membaca dan menelaah, ada yang lebih cenderung kepada menulis serta ada juga yang cenderung dirinya kepada hal-hal yang mengarahkannya untuk menghiasi rumah dan memperhatikan pekerjaan-pekerjaannya serta kerapiannya.

Jadi peran seorang ibu dalam hal ini adalah memberikan semangat dalam batas-batas keridhaan Allah SWT. Bagi yang kiranya suka dalam membaca dan memahami dengan betul saya mengutip beberapa pesan dari seorang Hamba Allah, semoga nantinya bisa bermamfaat baik untuk saya sendiri maupun sahabat sekalian, khususnya orang yang sudah mulai masuk tahap sebagai pendidik dalam keluarga.

Ada sebuah kisah yang menjelaskan tentang dampak positif dari memberi semangat kepada anak laki-laki dan perempuan.

Suatu hari seorang laki – laki yang sudah berusia lanjut memasuki suatu klinik pengobatan khusus, kemudian seorang dokter melakukan pemeriksaan padanya. Ketika ia hendak meninggalkan klinik dan membayar kwintansi pemeriksaan, dokter tersebut tidak mau mengambil upah darinya.orang yang sakit itu pun heran dengan dokter tersebut.

Ketika dokter itu memperhatikan keheranannya, ia mengeluarkan buku catatan dari mejanya dimana tertulis pada salah satu lembarannya sebuah tulisan berbunyi, Semoga Allah menjadikanmu kelak seorang dokter,” atau tulisan semaknanya. Dokter itu berkata “Apa bapak tau siapa yang menulis tulilsan ini kepada saya ketika saya menjadi siswa ?

Sesungguhnya bapaklah yang dulu menjadi guru saya dan tulisan inilah yang bapak tulis yang menjadi dorongan bagi saya untuk bisa meraih kedudukan seperti ini.”

Disini terlihat jelas peran para pendidik dan guru saat menuliskan untuk seorang murid atau pencari ilmu ucapan – ucapan seperti : “ saya berharap anda menjadi seorang pendakwah kelak nanti” “saya berharap anda menjadi seorang ulama kelak nanti” “saya berharap anda menjadi seorang insinyur kelak nanti” “saya berharap anda menjadi seorang pemimpin yang adil kelak”, dan sebagainya yang kiranya bisa termotifasi untuk seorang anak.

Dengan adanya motifasi dan dorongan seperti demikian bisa melekat pada benak hati buah hati anda dan bisa mendorong mereka untuk maju, baik kita sadari maupun tidak. insyaAllah jika anda melakukan demikian dan dorongan mulai dari sejak ia mempunyai mimpi dan cita-cita, dia akan bersungguh-sunggah untuk meraih impiannya itu.

Nah sobat, hanya sekian kupasan pada pertemuan ini, semoga bisa bermakna dan bermamfaat buat rekan-rekan khususnya yang sudah saya bilang seperti diatas, hehe. Semoga dengan sedikit nasihat dari Bunda Nurah binti muhammad bisa berguna yaaa. Aminn..

Sumber : Nurah binti Muhammad

وَالسَّلَامْ
تَڠڬَا إِسْلَامْ

Penjara


Assalamualaikum wr. wb.
Penjara itu memang telah ada sejak dahulu. Di dalam Al-Qur’an di sebutkan bahwa Yusuf a.s. berkata :
Wahai Tuhanku, pejara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku”. ( QS Yusuf : 33)

Dan di sebutkan pula bahwa dia masuk penjara dan tinggal didalamnya beberapa tahun. Penjara telah ada semenjak masa Rasulullah saw, masa sahabat dan orang-orang sesudah mereka hingga pada saat kita sekarang ini.

Ibnul Qaiyyim berkata:
“ Tahanan yang menurut syara’ itu bukan tahanan di tempat yang sempit. Akan tetapi tahanan itu merintangi dan menghalangi tindakan itu sendiri, baik dirumah, di mesjid, atau berada dalam kawasan lawan, menyerahkannya kepada lawan dan diawasi oleh lawan. Oleh sebab itu Nabi saw. Menamakan orang yang ditahan itu sebagai tawanan.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majjah dari AlHarmas bin Habib, dari ayahnya, dia berkata :

اَتَيتُ النَّبِيِّ صلى اللهُ عَلَيْهِ وسلَّمَ بِغَرِيْمٍ لِى، فقَالَ لِى: اِلْزِمْهِ ، ثُمَّ قالَ : يَااَخَابَنِى تَمِيْمٍ، مَا تُرِيْدُ اَنْ تَفْعَلَ 

بِاَسِيْرِكَ ؟،

“ aku membawa orang yang berutang kepadaku kehadapan Nabi saw. Maka kata beliau kepadaku : “ Awasilah dia”, lalu kata beliau : “ wahai saudara dari bani Tamim, apa yang hendak engkau lakukan terhadap tawananmu? “

Kemudian Ibnul Qaiyyim berkata : inilah tahanan pada masa Rasulullah saw, dan Abu Bakar r.a. tahanan itu bukanlah tahanan yang disediakan untuk menahan musuh, akan tetapi ketika rakyat mulai banyak dimasa Umar ibnul Khattab, maka dia membeli sebuah rumah di mekkah, dan dijadikan penjara untuk menahan.

Macam – macam Tahanan


Al-Khathabi berkata:
Tahanan itu ada dua macam : tahanan sebagai hukuman dan tahanan sebagai pemeriksaaan. Tahanan sebagai hukuman itu tidak terjadi kecuali dalam kewajiban. Dalam hal tuduhan, maka penahanan hanya untuk memeriksa agar terungkap hal-hal yang ada dibalik penahanannya.

Memukul Orang Yang Tertuduh

Tidak halal menahan seseorang tanpa hak. Bila dia ditahan karena hak, maka harus segera diperiksa urusannya. Bila ternyata dia berdosa atau bersalah dia dihukum sesui dengan kesalahannya. Dan bila dia bersih, maka harus segera dibebaskan.

Diharamkan memukul orang yang tertuduh, karena hal itu berarti merendahkan dan melanggar kehormatannya. Rasulullah saw. Telah melarang untuk memukul orang-orang muslim. Akan tetapi apakah bagaimana kalau dia tertuduh sebagai pencuri, ?

Dalam hal ini ada dua pendapat:
Pendapat yang dipilih pihak Hanafi, dan Al-Ghazali dari Aliran Safi’i bahwa orang yang tertuduh mencuri itu tidak dipukul, karena kemungkianan ia bersih dari perbuatan mencuri.

Imam malik memperbolehkan memenjarakan orang yang tertuduh mencuri. Bahakan sahabt-sahabatnya memperbolehkan pula untuk memukulnya, untuk mengeluarkan harta yang di curinya dari satu segi, sedang di segi yang lain sebagai pelajaran bagi orang-orang lain supaya tidak berani melakukan perbuatan ini.
Bagaimana Sepantasnya Tahanan Itu ?

Seharusnya orang tahanan itu di nafkahi dari baitulmal, dan setiap orang yang ditahan mendapat makanan dan pakaian yang layak.Mencegah orang-orang yang dipenjara dari makanan, pakaian dan tempat yang sehat yang mereka perlukan itu merupakan suatu kezaliman yang mendapatkan hukuman dari Allah.

Dari Ibnu Umar r.a, bahwa Nabi saw. Bersabda :
“ seorang perempuan disiksa karena seekor kucing yang ditahannya sehingga mati, lalu perempuan itu masuk neraka; sebab dia tidak memberinya makan dan minum diwaktu menahannya, dan tidak pula membiarkannya makan serangga yang ada di bumi ( HR Al-Bukhari dan Muslim )

Sumber: Fiqah

تَڠڬَا إِسْلَامْ

Jangan Hancurkan Dirimu Dengan Hal-hal Sepele

Assalamualaikum  wr. wb
Salam sejahtera dari Tangga buat seluruh sahabat blogger di seluruh nusantara ni..
Sobat, pada pertemuan ini ada sedikit tetesan ilmu dari Tangga ni, semoga bisa berguna yaa.. selamat membaca !

Berapa banyak orang di rundung kesusahan yang penyebabnya adalah hanya dengan persoalan yang sepele. Persoalan kecil menjadi besar di hadapan orang yang berjiwa kerdil, dan tampak kecil persoalan besar di hadapan orang-orang yang berjiwa besar."

Lihatlah orang-orang yang munafik, alangkah rendah dan remehnya cita-cita mereka, dan alangkah dinginnya tujuan mereka, inilah perkataan mereka, Janganlah kamu berangkat pergi untuk berperang dalam panas tetrik ini. Berikanlah izin kepada kami dan janganlah engkau memberi cobaan, rumah kami tidak ada yang menunggu, kami sangat takut akan mendapatkan bencana, Apa yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya hanyalah tipuan.” Lihatlah dengan mata hati sobat, betapa bodohnya mereka, betapa ruginya mereka, betapa sialnya jiwa mereka.

Sungguh sangat disayangkan, pikiran mereka hanya disibukkan dengan perutnya, piring, rumah dan istananya sahaja, dimana sebenarnya otak mereka. Benar-benar orang yang berjiwa sia-sia. Mata mereka tidak pernah memandang langit idealitas. Mereka selamanya tidak akan pernah melihat bintang keutamaan. Kepentingan dan batas keilmuan mereaka hanyalah kendaaraan, sandal, pakaian, dan hidangan makanan.

Cuba sahabat perhatikan. Disaat pagi sore, penyebab kesedihan mereka adalah tidak lain selain dari konflik keluarga, anak mereka, teman-teman dekatnya, dan mendengarkan kata-kata kotor bahkan mereka menganggap remeh akan hal-hal yang sepele.

Inilah musibah-musibah yang akan menimpa mereka, tidak ada perhatian mulia yang mengisi waktu mereka, bukannya dengan kesibukan yang mulia untuk mengisi waktu mereka akan tetapi mereka yang selalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermamfaat.

Ada pepatah yang mengatakan :
      “ Bila air yang telah keluar dari wadahnya, udaralah yang akan mengisinya”

Pikirkanlah sobat tentang persoalan yang membuatmu susah dan sedih. Apakah hal itu memang memerlukan kesungguhan dan perhatian ? Karena mungkin anda telah begitu banyak mengorbankan pikiran, daging, darah, istirahat, dan waktu anda. Ini adalah bentuk transaksi yang merugikan dan menukar sesuatu yang mahal dengan hal yang murah.

Para Ulama ahli jiwa berkata : “ Jadikanlah segala sesuatu batas rasionalnya” ungkapan yang paling tepat tentang hal ini adalah dengan Firman Allah SWT.

“ sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap – tiap sesuatu.”

Maksud dari firman diatas, berikan persoalan sesuai dengan kadar, timbangan dan ukurannya. Oleh sebab itu, takut olehmu dalam berbuat kezaliman dan berlebihan, apalagi sesama ummat beragama. Baik itu dalam hal bicara, dikala kita berbagi satu sama lain baik offline maupun online ( jaringan ). Karena Allah SWT. Maha mengetahui segalanya.

Sahabatku, tujuan utama meraka saat berada di bawah pohon adalah memenuhi bai’atnya, maka mereka akan memperoleh keridhaan dari Allah. Sedangkan salah seorang diantara mereka yang bertujuan utamanya sekedar untanya sehingga ketinggalan untuk ikut berbai’at maka balasannya adalah dosa dan muraka.

Nah sobat blogger yang seagama dan seluruh nusantara, ingat !
Abaikanlah hal-hal remeh, janganlah anda sibuk dengannya, agar kesedihan berpaling dari anda, dan kegembiraan serta kebahagiaan akan merindukan anda dan kembali seperti sediakala.

وَالسَّلَامْ
تَڠڬَا إِسْلَامْ

Sholat Mencegah Keji Dan Mungkar


Suatu bangunan yang ingin di bangun tentu tidak akan berdiri jika pondasinya tidak ada begitulah kiranya shalat di ibaratkan disini. Yangmana jika seseorang tidak mendirikan shalat yang padahal perbuatan ibadahlainnnya selalu dikerjakan itu semua tidak lebih bagai orang yang meraih fatamorgana.
Taukah apa itu fatamorgana ,,,, Pernahkah anda melihat dari jauh pandangan mata akan kabut seperti uap biasanya diaat siang hari ini muncul, namun ketika anda mendekat dia menghilang, ini lah yang dinamakan Fatamorgana. Seperti itulah orang yang mengaharapkan fahala lain sedang ia tidak mendirikan sholat.
Dalam sebuah ayat Allah telah berfirman :

اُتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ -٤٥

"Bacalah Kitab (al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan." ( Q.S. Al – ‘Ankabut : 45 )

Lalau bagaimana orang  - orang yang sudah melakukannya akan tetapi dia berbuat maksiat juga. Kadang dia yang sering kita lihat selalu giat dalam ibadah akan tetapi dia juga yang sering kita jumpa dalam perbuatan maksiat kepada Allah ?

Kalau kita tinjau dari ayat di atas apakah salah ayat yang Allah firmankan ?... tidak sahabat ku, bukan ayatnya yang kita persalahkan, akan tetapi yang harus kita pertanyakan, sudah betulkah orang yang melaksanakan shalat itu ? ini yang menjadi pertanyaannya. Bukan ayat yang salah akan tetapi orang mengerjakan shalat yang belum sesuai dengan syari’at.

Berbicara mengenai salah mempergunakan saya teringat sama satu kisah..

Ada seorang pemuda dari kampung yang orangtuanya lagi sakit berat. Kemudian dia pergi menemui seorang dokter ingin menanyakan tentang obat apa yang bagus untuk orang tuanya, dokter menjawab obat yang bagus untuk mengobati penyakit tersebut, kamu pergi saja ke pegunungan dan kamu cari yang namanya buah janeng, dan kemudian kamu rebuslah untuk orang tua mu”.

Kemdian pemuda tadi langsung mencari buah tersebut, untuk membawa pulang dan direbusnya. Tidak lama sesudah matang iapun memberi kepada orang tuanya. Apa yang terjadi sobat, tidak lama kemudian setelah orang tuanya makan buah tersebut, orang tua si lelaki tadi meninggal dunia.

Dia sangat marah terhadap si dokter, dia bergegas balik menjumpai dokter itu dengan wajah yang penuh dengan amarah. apa yang dokter bilang ini semua bohong, kenapa sesudah saya kasih buah tersebut orang tua saya meninggal dunia. Padahal saya sudah mengikuti seperti apa yang dokter katakan.

Jawab si dokter, memangnya seperti itu, apa kamu ada mengupas kulitnya ketika kamu rebus ? tidak, jawabnya. nah disitulah kesalahanmu, seharusnya kamu kupas dulu baru kamu kasih buat orang tua mu.
Jadi bukan si dokter tersebut yang salah, akan tetapi orang yang melaksanakannya tersebut yang salah dalam mempraktekkannya. Begitu juga terhadap  firman Allah yang diatas, bukan ayatnya yang salah akan tetapi orang yang melaksanakan shalat yang masih belum benar.

Salah satunya ialah tidak khusuk ketika dalam shalat, pakaiannya yang dilabui dengan najis dan lain – lain halnya. Salah satu cara agar kita khusu’ dalam shalat yaitu ketika kita membaca ayat sertailah maknanya ataupun lafadh yang kita baca dalam hati kita. Dan masih banyak cara  lainnya. insyaAllah nanti pada pembahasan lain akan Tangga ISLAM bahaskan. Semoga dengan ilmu yang sedikit ini bisa berguna kiranya buat sahabat – sahabat sekalian. Aminnn

Sumber : Al-Qur an
وَالسَّلَامْ
تَڠڬَا إِسْلَامْ

5 KUNCI PINTU SUKSES

Assalamualaikum sobat.... 
oh yea, kali ini tangga ada sedikit tips ni, semoga bermamfaat yea :)
Kita tidak pernah tahu kapan kesuksesan dapat kita raih. Kita tidak akan pernah tahu kapan kesuksesan akan datang mengetuk pintu kita. Mungkin kelihatan jauh, walaupun sudah begitu dekat. Mungkin pula di tikungan berikutnya di jalan yang kita ambil. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita berhasil sampai kita telah meraihnya. Dan untuk itu, keberanian mencoba membuat perbedaan yang membedakan antara seorang yang gagal dengan orang yang berhasil.
Nahhh,, simaklah ada beberapa tips untuk menuju pintu keberhasilan anda dibawah ini sobat.

1.       Berani Mencoba
Berani mencoba sebenarnya sederhana saja, yang kita butuhkan hanya
  • Keyakinan atas apa yang kita perjuangkan dan visi jangka panjang atas impian kita. Lalu kita siapkan mental untuk berani mencoba sekali lagi saja

  •  Setiap kali datang halangan kita bertahan dan terus belajar. Lalu kita bersiteguh dengan keyakinan kita, dan mengambil keputusan untuk berani mencoba sekali lagi. Cukup sekali lagi saja.

  • Bila datang hambatan lagi dan keberhasilan belum ditangan kita, kita tidak menyerah. Kita bertahan dan terus belajar dari pengalaman. Ambil nafas sebentar lalu ambillah keputusan untuk mencoba sekali lagi. Ingat cukup sekali lagi.
Dengan memiliki perspektif untuk SLALU MENCOBA CUKUP SEKALI LAGI SAJA, kita memiliki kekuatan untuk terus melangkah. Saat ini, mari kita tanyakan pada diri kita, apakah kita begitu mudah menyerah dan berhenti mencoba dalam usaha meraih impian hidup kita?

2.       Berani Dalam Merantau
Selain berani mencoba ada satu lagi yang luar biasa yaitu “ berani merantau” keberanian merantau dapat membangun PERCAYA DIRI dan KEMANDIRIAN anda.

Merantau, mempunyai makna sosial tersendiri. Ia berarti “Jauh dari keluarga” yang memicu terbangunnya jiwa kemandirian. Tidak bergantung kepada keluarga, mulai melangah menjadi dewasa. Di rantau anda bisa menjadi pribadi yang baru dan syarat tantangan. Merantau menyadarkan kita apa kelebihan dan kekurangan kita karena kita bertempur dengan pengalaman – pengalaman baru. Merantau membuat seorang relatif tangguh. Pada umumnya perantau itu segan meminta tolong. Di situlah kemauan menjadi lebih termotivasi. Perantau juga rata – rata enggan berutang budi. Seorang perantau cenderung menanam jasa untuk banyak orang. Dan masih bnyak faedah – faedah lainnya.
So ? cobalah merantau temukan jati diri anda yang TANGGUH, KREATIF, dan CERDIK menangkap PELUANG.

3.       Berani Sukses
Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil resiko. SUKSES adalah proses. Ia dicapai dengan pengorbanan. Salah satunya, tidak cengeng dengan kegagalan. Pikirkan SUKSES setiap hari, keyakinan bisa sukses bangun setiap hari, jangn biarkan anda kehilangan motivasi untuk sukses, terus membangun keyakinan itu dalam hati dan sanubari. Buanglah semua alasan anda gagal karena kelemahan dari diri anda, kurang cerdas, kurang fit, sudah terlalu tua, dan segudang “rasa kurang”, bukanlah alasan anda gagal. SUKSES MEMERLUKAN KEBERANIAN TANPA HENTI

4.       Berani Untuk Gagal
“ Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total”
Ada beberapa sebab yang membuat anda gagal

ü  Kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah
ü  Setiap bertindak kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita
ü  Kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau tahu dari mana kita harus memulai
ü  Biasanya kita suka memvonis diri sendiri, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasip buruk

Dengan mengetahui sebab kegagalan itu tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Buat kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kitalakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kita berusaha memperbaiki sepuluh kali lipat lebih giat dari sebelumnya.

Ingat sobatku....
“ Allah hanya menguji kita berdasarkan KEMAMPUAN, setiap kesulitan ada KEMUDAHAN, Allah membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dan menambah rezeki bagi yang BERSEDEKAH dan mau BERSYUKUR.”

5.       Berani Tampil Beda

Muncullah keberanian “BEDA” dan berpetualang di dunia baru yang kita ciptakan, kita siap membayar harga orang yang akan mentertawakan, mengejek, dan mengkritik kita. Tapi mengapa orang menertwakan kita ? jawabannya, karena kita BERBEDA. Tapi apa salahnya kita berbeda ? kenyataanya, menjadi berbeda sudah terjadi sejak kita lahir. Setiap individu di dunia ini berbeda tak ada seorang pun yang 100% yang sama dengan lainnya. Yang paling simpel saya katakan sidik jari kita sudah cukup membuktikan fakta ini.

Bila kita benar – benar ingin berhasil dalam hidup ini MUNCULKANLAH bakat ini dari dalam diri, biarkan ia bersinar begitu terang.
Inilah kelima kunci tersebut, semoga bermamfaat buat sobat – sobit sekalian.. aminn,,
Nah, bila anda tidak berani untuk tampil berbeda klik disini yea : Trik Untuk Berani Tampil Beda


وَالسَّلَامْ
تَڠڬَا إِسْلَامْ

ZAKAT FITRAH

Assalamualaikum sahabat semua,, pakabar ni,, 
oa kali ini ada sedikit info, semoga bermamfaat yea.. aminnn

Ø  Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa artinya tathir, yaitu menyucikan atau membersihkan. Jiga bisa ( bertambah – tambah ). Sedangkan menurut istilah syara’ zakat merupakan harta tertentu dari jenis harta tertentu yang dikeluarkan oleh orang tertentu kepada orang tertentu dengan kadar tertentu dengan cara – cara tertentu.
Secara garis besar zakat terbagi dua, yakni zakat maliyah dan zakat fitrah. Zakat fitrah adalah kadar tertentu dari makanan pokok yang di keluarkan oleh setiap jiwa dengan sebab masuknya bulan syawal.

Ø  Dalil Tentang Wajib Zakat Fitrah

Landasan dasar wajib zakat fitrah adalah Rasulullah saw bersabda:

عن إبن عمر رضي الله عنه : فرض رسول الله زكاة الفطر من رمضان على النّاس صاعا من تمو أو صاعا من شعير على كل حو أو أنثى من المسلمين

Artinya : dari Ibnu Umar ra: “ mewajibkan fitrah oleh Rasulullah pada bulan Ramadhan kepada seluruh manusia, baik orang merdeka ataupun budak, baik laki – laki maupun perempuan, yaitu satu sha’ kurma atau langla. ( H.R Bukhari & Muslim ).

Ø  Wajib Zakat Fitrah Dengan Ada 3 Faktor
1)      Islam
2)      Dengan terbenamnya matahari pada akhir bulan ramadhan
3)      Mempunyai kelebihan dari pada pangan ( makanan pokok ) pada hari lebaran.

Ketiga Ini berdasarkan sumber : ( Al – Bajuri, Juz I : 278 )

Ø 
Syarat Menunaikan Zakat
1)      Niat menunaikan zakat.
2)      Memberizakat kepada orang yang berhak menerimanya
Berdasarkan ( I’anatu Al – Thalibin, Juz II : 204 )

Ø 
Orang – orang yang berhak menerima zakat
ü  Orang fakir
ü  Miskin
ü  Amil
ü  Muallaf
ü  Riqab
ü  Gharim
ü  Sabilillah
ü  Ibnu Sabil
Sumber : ( I’anatu Al – Thalibin, Juz II : 211 )

Orang – orang tersebut Allah sebutkan dengan jelas dalam Al – Qur an surah At-Taubah ayat 60:

إنماالصدقة للفقراء والمسَاكيْن والعاملينِ والمؤلفه قلوبهم والرقاب والغارميْن وفى سبيل الله وابْن السبيل (التوبه : ٦٠

Artinya: “ Hanya sanya sedekah ( zakat ) itu di berikan kepada orang – orang miskin dan orang – orang yang bekerja pada pembagian zakat ( si Amil ) dan orang – orang yang dijinakkan hati mereka dan hamba sahaya dan orang yang berutang dan pada jalan Allah dan orang musafir.” (QS At- Taubah : 60)
Sumber : ( Ia’natut Al – Fakir dan At- Thalibin juzu’ II : 211 )

Ø 
Orang – orang yang tidak berhak menerima zakat
ü  Kafir
ü  Orang kaya dengan usaha atau harta
ü  Hamba selain riqab
ü  Bani hasyem
ü  Bani Mutallib
( Al – Bajuri juzu’ I : 205 )

Ø 
Waktu menunaikan zakat fitrah
ü  Waktu boleh ; yaitu pada awal bulan ramadhan
ü  Waktu wajib ; yaitu waktu terbenamnya matahari
ü  Waktu yang afdhal ; yaitu sebelum selesai sembahyang hari raya idul fitri
ü  Waktu makruh ; yaitu sesudah selesai shalat
ü  Waktu haram ; yaitu mengakhiri tunai zakat sesudah hari raya.
( Al – Bajuri juzu’ II : 43 )


Ø 
Masalah - Masalah yang sering di pertanyakan dalam zakat fitah
a)      Kadar Zakat Fitrah
Kadar zakat fitrah adalah satu sha’ ( 5 rithal 1/3 dengan ukuran rithal baghdad ).
Imam Rafi’i ; satu sha’ adalah 663 dan 1/3 dirham
Imam Nawawi; satu sha’ adalah 685 dan 5/7 dirham
Ukuran satu sha’ adalah 3,446 liter atau 1,728 bambu
Jika yang di keluarkan adalah beras maka kadar satu sha’ adalah 2.27648 kg, karesa satu liter beras mempunyai berat 0,8 kg.

b)      Zakat Istri Hamba
Seorang hamba tidak wajib membayar zakat fitrah istrinya yang merdeka, sekalipun wajib terhadapnya memberi nafakah. Karena nafakah tujuannya untuk menopang hidup sedangkan fitrah diwajibkan karena ada kelebihan, sedangkan hamba bukan orang yang di katagorikan mempunyai kelebihan. ( Mahalli juzuk’ II : 43 )

c)       Zakat hamba mukhatab ( budak yang di janjikan merdekan dengan tebusan )
Hamba mukatab tidak dikenakan kewajiban zakat, walaupun ia memiliki harta, karena harta belum ada jaminan 100% ( status kepemilikannya terhadap harta masih lemah ), karena mungkin saja dia menyerah dari harta tebusan kitabah, maka semua yang ada padanya otomatis menjadi milik si sayed.
Terhadap sayed juga tidak wajib menunaikan fitrah hamba mukatab tersebut, karena dia sudah dianggap terpisah dari kekuasaan sayed. (Tahrir juzu’ I : 371)

d)      Zakat fitrah anak
Boleh bagi si wali mengeluarkan zakat untuk anak kecil yang belum akil baligh. Sedangkan anak yang sudah akil baligh, tidak boleh di keluarkan zakat atas namanya tanpa pengetahuan darinya.

Sumber : Al - Mahalli, I'anatu Thalibin, Tahrir dan Bajuri
Dari      : MABDA Arongan Samalanga ( Aceh )

Anak Perempuan Dan Santunnya

Assalamu'alaikum sahabat. . . 
Jumpa lagi ni,, Apakabarnya sahabat blogger hari ini ? J

Pada kali ini Tangga ISLAM nak curahkan sedikit ilmu yang didapatinya ni, semoga bisa berguna buat sahabat sekalian yea, khususnya buat sahabat kaum hawa, maaf bukannya saya menyinggung perasaan sahabat, cuman topiknya pada pertemuan kali ini tentang masalah demikian Yaitu “Anak Perempuan Dan Sopan Santun “.

Yang namanya sopan santun tentunya sangat penting bukan, kemana – mana kita pergi tidak luput darinya, jika tidak secara global saya bilang tentunya kita ibarat orang yang mempunyai musuh di seluruh Dunia bukan. Dalam pandangan masyarakat umumnya kita ini hina, apa lagi disisi Allah. Sungguh sangat disayangkan bilamana seseorang tersebut tidak bisa memelihara akan sifat santunnya.

Sifat Sopan Santun merupakan sifat yang sangat dituntut dan sangat penting. Diantara salah satu pilar – pilar pendidikan adalah kemauan kuat agar anak perempuan memiliki sopan santun baik itu dalam perkataan maupun perbuatan, apalagi disaat diaa berkumpul dengan sahabat karibnya atau teman – temannya disekolah. Ketahuilah sobat, pertemuan seperti ini terkadang tidak mendapatkan perhatian penting, umumnya pertemuan seperti ini tidak terlepas dari tawa dan candanya yang tidak layak dibicarakan.

Terkadang juga dalam pertemuan seperti itu terdapat kata – kata yang menyakitkan, cemoohan, ejekan sesama dengan kata – kata kotor baik sisi pakaian ataupun menghina temannya dengan bentuk fisiknya.

Ketahuilah sobat hal inilah nantinya yang akan menjadi suatu tabi’at pada akhlak perempuan yang kemudian berkembang pada dirinya dan akan mengikutinya kemana ia pergi. Karena itu merupan suatu keharusan bagi seorang kaum hawa yang berstatus orang tua ( IBU ) untuk selalu memberikan perhatiannya terhadap mutiara hatinya secara sempurna dengan cara mengawasi dan menjaga terbinanya sang Buah Hati atas akhlak yang tinggi dan mulia.

Bukankah Rasulullah pernah bersabda;

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُحُمْ خُلُقًا

Yang artinya : “ Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Jelas sudah bukan apa yang beliau sabda diatas, oleh karena itu mulai dari sejak dini siramilah ia dengan air yang bermakna untuknya. Alangkah baiknya lagi arahkan juga dan pendidikan beserta disertai dengan nash syari’at baik dari Al – Qur an maupun hadist – hadist. insyaAllah nantinya apa yang anda harapkan tercapai.

Semoga dengan sedikit imfo dari Tangga ISLAM bisa berguna buat sobat – sobit sekalian, Aminnn. sampai jumpa di pertemuan berikutnya sobat, dan terimakasih atas kunjungannya.

وَالسَّلَامْ

تَڠڬَا إِسْلَامْ