Puasa Dan Permasalahannya

1. Pengertian Puasa
Puasa menurut bahasa adalah menahan diri. Makna tersebut difaham dari perkataan Maryam R.A yang di abadikan dalam Al – Quran :

إِنِّى نَذَرْتُ للرَّحْمَنِ صَوْمِ (مريم : ٢٦

Kata – kata “shauma” dalam ayat tersebut bermakna menahan diri dari berbicara. ( dalil Al- Bajuri Juz I : 287, Ianatu Al-Thalibin Juz II : 214, Tahrir Al-Syarkawi Juz I : 418 dan Al – Bujairimi Juz II : 84 )
Sedang menurut syarak adalah menahan diri dari segala yang dapat membatalkan puasa pada hari – hari yang di bolehkan berpuasa beserta dengan niatnya.

2.      Dalil Wajib Puasa
  • Dalil dalam Al – Qur an
ياآيهاالذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

“ Hai orang – orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah di wajibkan atas orang – orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. ( QS. Al – Baqarah : 183 )

Kata – kata “kutiba” bermakna “Furiza” artinya diwajibkan, karena digabungkan dengan kata penghubung “Ala” yang berada di depannya. Irulah qaedah ilmu Nahwu.
Dalil lainnya:
فمن شهد منكم الشهر فليصمه
“ maka barang siapa diantara kamu yang melihat bulan (Ramadhan), hendaklah ia berpuasa”. (QS. Al – Baqarah : 185)
  • Dalil berdasarkan hadist
Adapun hadist – hadist yang menjadi dalil tentang wajibnya berpuasa Ramadhan diantaranya hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslem dari Abu Hurairah:

بني الإسلام على خمس : شهدة أن لا إله إلا الله وأن محمد رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت
Tegaknya Islam atas lima unsur : mengucapkan dua kalimah syahadah, mendirikan sembahyang, memberi zakat, berpuasa dalam bulan ramadhan, dan pergi haji bagi yang mampu.” ( HR. Bukhari dan muslim)

3.      Syarat – Syarat Wajib Puasa
  • Islam
  • Baligh ( sampai umur )
  • Berakal
  • Sanggup berpuasa
 4.      Syarat – Syarat Sahnya Puasa
  • Islam
  • Berakal
  • Suci dari pada haid, nifas dan wiladah
  • Masuk waktu 
5.      Rukun Puasa
  • Niat berpuasa
  • Adanya pelaku puasa
  • Meninggalkan segala perbuatan yang membatalkan puasa 
6.      Hal – Hal Yang Membatalkan Puasa 
  • Bersetubuh, jika pelakunya sengaja, mengetahui hukumnya haram dan atas kemauannya sendiri
  • Melakukan Onani baik dengan tangannya sendiri, tangan isterinya, atau dengan tangan budaknya. Keluar mani karena tersentuh kulit laki – laki dengan perempuan secara langsung ( tanpa penghalang seperti kain dan lain – lain ) ini dapat membatalkan puasa jika orang tersebut bukan mahramnya.
  • Muntah dengan sengaja
  • Memasukkan sesuatu benda kedalam rongga
  • Masuk sesuatu kedalam rongga otak
  • Murtad
  • Datang haid
  • Keluar nifas
  • Gila
7.      Sunat – Sunat Dalam Puasa
  •  Makan sahur
  •  Makan sahur diwaktu akhir saur
  • Langsung berbuka saat tiba waktunya
  • Mandi janabah ( hadas besar ) sebelum fajar
  • Menahan diri daripada hawa nafsu baik dri segi pendengaran, penglihatan dan penciuman
 8.      Hal – Hal Yang Di Makruhkan Dalam Puasa
  • Berkata yang keji
  • Tidak langsung berbuka tiba waktunya
  • Mengunyah sesuatu
  • Mencicipi rasa makanan tanpa menelannya
  • Di bekam atas keinginan sendiri
  • Membekami orang lain
  • Mengecup ( qublah atau mencium ) lawan jenis yang dibolehkan tiada syahwat
  • Menggosok gigi setelah zawal matahari
  • Memperhatikan sesuatu yang di halal dengan keinginan menikmatinya.
   9.  Orang Yang mendapatkan dispensasi meninggalkan puasa serta kosekuensinya
  • Musafir
  • Orang sakit
  • Orang yang sangat tua
  • Wanita yang menyusui
  • Wanita hamil
  • Orang gila
  • Wanita yang lagi datang bulan atau nifas

    10. Orang yang wajib mengkadha serta wajib imsak
  • Orang yang sengaja berbuka pada bulan ramadhan
  • Orang yang meninggalkan niat pada malam ramadhan
  • Orang yang makan sahur saat habis waktunya, karena menyangkan masih ada waktu
  • Orang yang berbuka sebelum waktunya karena menyangka sudah masuk waktu
  • Orang yang menyangka masih bulan syakban ternyata sudah masuk bulan ramadhan
  • Orang yang masuk air kedalam rongga karena berlebihan wuzuknya

    11. Beberapa hal yang tidak membatalkan puasa
  • Masuk sesuatu kedalam rongga tanpa disengaja atau dipaksa
  • Masuk sesuatu kedalam rongga, akan tetapi orang tersebut belum mengetahui hukumnya
  • Tertelan air liur yang bercampur dengan sisa makanan karena tidak bisa di ludahi
  • Masuk debu yang beterbangan kedalam rongga
  • Masuknya hewan – hewan kecil kedalam rongga
     12.  Masalah – masalah musykilat


a) Tentang waktu niat
Pada dasarnya niat adalah mengkasatkan sesuatu menyertai dengan perbuatan, namun pada pelaksanann ibadah puasa ketentuan tersebut mendapat pengecualian. Ini di karenakan SUKAR dalam menjaga waktu  agar niat tepat pada waktunya

b)
      Tentang niat tiap malam
Dalam mazhab Imam Syafi’i wajib niat untuk berpuasa pada tiap – tiap malam ramdhan, artinya tidak boleh niat sekaligus untuk sebulan pada malam pertama. Namun karena mazhab Imam Malik membolehan, maka bagi kita ( mazhab Syafi’i) di anjurkan juga meniatkan pada malam pertama untuk satu bulan sekaligus sebagai persiapan saat terjadinya lupa pada malam – malam sesudahnya. ( Al – Mahalli Juzu II : 52 & I’anatu Al – Thalibin Juzu II : 221 )

c)
       Tentang wangi – wangian
Hukum memakai wangi – wangian dan segala sesuatu yang di senangi nafsu adalah makruh

d)
      Sebab – sebab wajib berpuasa

  • Karena melihat hilal
  • Adanya kesaksian satu orang di hadapan hakim tentang masuknya ramadhan
  • Telah sempurna 30 hari bulan syakban
  • Karena meyakini kebenaran orang yang mengatakan telah mellihat hilal, walaupun dia tidak tidak memenuhi karateria sebagai saksi.
e)      Inzal karena menghayal
Inzal ( orgasme ) dengan sebab menghayal atau menonton film porno tidak membatalkan puasa, karena yang membatalkan puasa inzal dengan sebab mubasyarah ( kontak langsung ). Adapun jika melakukan onani maka dapat membatalkan puasa.

f)       Dasar nama ramadhanRamadhan berasal dari kata “ Ramdha “ yang artinya panas yang membakar. Dinamakan ramadhan dengan nama tersebut dikarenakan suhu udara pada bulan Ramadhan sangat panas. Ada juga yang berpendapat bahwa penamaan bulan ramadhan karena pada bulan tersebut di bakar seluruh dosa – dosa hamaba yang berpuasa.

g)      Himah berpuasaHikmahnya adalah sebagai ajang mengalahkan hawa nafsu dan sebagai proses membentuk pribadi yang bertaqwa.

h)      Jimak dalam bulan Ramadhan
Melakukan jimak ( bersetubuh ) pada siang hari dalam bulan ramadhan dapat membatalkan puasa, dan dikenakan denda yaitu dengan membayar kifarat dengan urutan sebagai berikut:
  • Memerdekakan satu orang hamba sahaya
  • Berpuasa dua bulan berturut – turut
  • Memberi makan kepada 60 fakir miskin
Menyetubuhi binatang sama juga hukumnya dengan menyetubuhi manusia, baik segi membatalkan puasa maupun kifarat. ( I’anatu Al – Thalibin Juzu II : 239 )

i)        Tentang suntikan infus
Suntikan infus tidak membatalkan puasa, karena masuknya sesuatu bukan melalui rongga terbuka, akan tetapi melalui pori – pori kulit sehingga sama hukumnya dengan minyak rambut ataupun balsam yang serap kulit ( Tahrir Juzu II : 434 )

j)        Masuk air ketika mandi wajib
Jika itu memang terjadi tanpa kita sengaja tidak akan membatalkan puasa, karena dalam rangka menunaikan hal yang wajib demi sahnya sembahyang.

k)      Mencicipi makanan
Jika kita mencicipinya tanpa masuk kedalam kerongkongan tidak membatalkan puasa, namun makruh karena dikhawatirkan masuk kedalam rongga  ( tertelan ).

Sumber : I'anatu Al - Thalibin, Mahalli, dan 
Tahrir

6 komentar:

  1. Terima kasih atas infonya.
    Dan mohon kunjungan baliknya
    http://jamil21.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia sama - sama bang,,
      pastiii,, trim yea bang tas knjungannya :)

      Delete
  2. Lengkap sekali mas Bustam, atas info mengenai puasanya.,
    keep blogging ya mas bustam.,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sippp bang,, pasti bang :)
      trim yea tas knjungannya bang,, :)

      Delete
  3. Alhamdulillah...satu pelajaran dan ingatan buat kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnnnn,, mudah2han yea kak :)
      trims yea kak :)

      Delete