Taubatnya Sekumpulan Perampok


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pada zaman dahulu terdapat sekumpulan lelaki yang bekerja sebagai perampok. Para pedagang sangat ramai melewati kawasan tersebut yang menjadi mangsa mereka. Pada suatu malam mereka berencana untuk merampok disebuah rumah yang sangat mewah. Lalu mereka menyamar diri sebagai tentara – tentara islam yang baru pulang dari Jihad pada jalan Allah. Padahal itu hanyalah taktik mereka agar tau tempat – tempat harta penyimpanan mereka untuk merampok pada keesokan harinya.

Setelah mereka sampai didepan pintu rumah. Kemudian mereka berkata kepada tuan rumah: “Kami adalah dari pasukan jihad dan baru saja pulang dari medan perang.sesungguhnya kami telah tersesat dijalan, dan jika boleh izinkan kami untuk menginap beberapa malam saja di rumah tuan.”
Tuan rumah itu sangat senang mendengarnya karena sudah menjadi satu kebanggaan menyambut para pejuang yang baru pulang dari medan perang di jalan Allah. Disaat makan malam mereka melihat ada seorang anak yang terbaring lesu diruang tamu. “Siapakah anak itu tuan ? “ Tanya ketua perampok tersebut. Lelaki kaya itu menjawab: “Ohh. . . Itu anak saya, tubuhnya cacat dan sudah saya coba berbagai – bagai macam obat dan tabib yang kami jumpa untuk menyembuhkannya. Tapi Allah belum lagi mengizinkannya.”

Sesudah makan malam, perampok – perampok itu berpura – pura mengambil wuzuk untuk menunaikan solat malam untuk mengelabui mata tuan rumah tersebut yang bahwa mereka memang benar tentara islam yang baik dan bertakwa.

Ketika itulah tuan rumah berfikir: “Hmm.. Sebaiknya aku ambil sedikit sisa dari wuzuk mereka yang berjihad ini. Siapa tau dengan keberkatan mereka anak ku itu akan sembuh.”
Lalu dia mengambil air bekas wuzuk lelaki – lelaki tersebut kemudian diberikan ke isterinya.” Sapukan air ini keseluruh badan anak kita, semoga saja dengan keberkatan mereka yang sudah berjuang dijalan Allah anak kita akan sembuh.” Kata lelaki itu kepada isterinya. Kemudian isterinya tanpa membantah melakukan seperti apa yang disuruh oleh suaminya.

Pada keesokan harinya tiba – tiba anak tuan rumah tersebut yang tadinya lumpuh sekarang sudah sembuh dengan serta merta. Lelaki kaya itu dengan isterinya sangat bergembira karena hajat mereka untuk melihat anak mereka sembuh seperti sediakala akhirnya terkabul juga. Ketua perampok dengan melihatnya peristiwa itu, lalu dia bertanya kepada tuan rumah tersebut: “ Bukankah itu anakmu yang kami lihat lumpuh semalam?

Yaa benarr. Itulah anakku yang lumpuh semalam. Sesungguhnya semalam tanpa kalian ketahui, aku telah mengambil  air dari sisa wuzuk kalian untuk disapukan kebadan anakku. Alhamdulillah dengan izin Allah anakku telah sembuh. Kami ingin mengucapkan terimakasih karena berkat kalian semua sebagai mujahid di jalan Allah, anakku telah sembuh. Jelas lelaki itu secara panjang lebar.

Mendengar keikhlasan dan ketulusan lelaki itu yang percaya dan yakin bahwa mereka adalah para tentara islam, perampok – perampok itu terharu dan menangis.

Akhirnya ketua perampok itu menceritakan hal yang sebenarnya bahwa mereka bukanlah orang yang seperti tuan pikirkan, akan tetapi sebaliknya. “kami perampok yang ingin merampok rumah tuan.”
Namun disebabkan keyakinan kepada Allah bahwa mereka adalah para mujahid yang menyebabkan anak mereka sembuh seperti semula.

Dengan nada yang penuh keinsafan ketua perampok itu berkata: “ Bukan kami yang menyembuhkan anakmu, tetapi keyakinanmulah yang menyebabkan Allah memberikan kesembuhan itu. Sesungguhnya peristiwa ini telah menyadarkan kami semua, dan mulai hari ini kami akan bertaubat dan tidak akan merampok lagi.”

Akhirnya semua perampok itupun meninggalkan pekerjaan keji mereka dan seterusnya bergabung bersama – sama psukan Jihad yang sebenarnya untuk menjadi para mujahidin sejati.

. . . Kalau ada yang salah bahasa(penulisan) jangan lupa diberi komentar sobat J . . .
Sekian. . . . J
Sumber: Othman Ramli
penulis : Hamba Allah

1 komentar: