Apa Yang Telah Berlalu Takkan Kembali


kesedihan
assalamualaikum sahabat. . . . 
Mengingat – ingat masa yang lalu, yang sudah tenggelam di dalamnya, menghadirkannya, serta bersedih dengan tragedinya, itu adalah suatu kebohongan dan ketololan, membunuh keinginan dan mematikan kehidupan yang akan datang. Sungguh jika memang orang – orang yang benar cerdas dia akan melipa dan menyimpan masa lalu dan tidak akan membukanya lagi, digantung selamanya dalam kelupaan, diikat dengan tali yang sangat kuat dalam kurungan pengabaian, dan tidak akan dikeluarkan untuk selamanya, ditutup dengan rapat sehingga tak tertembus cahaya kerena telah lewat dan selesai. Tidak ada kesedihan yang akan kembali, dan kesusahan tidak akan memperbaiki keadaan, kedudukan tidak akan menyelesaikan masalah, kekeruhan akan menghidupkan, karena itu adalah kesetiaan. Janganlah anda hidup didalam himpitan masa lalu dan berada di bawah bayang – bayang keputus – asaan. Selamatkan diri anda dari belenggu masa lalu. Jangan anda mengembalikan aliran sungai dari muaranya, matahari dari tempat terbitnya, anak kecil ke perut ibunya, air susu dari putingnya, air mata ke pelupuknya.

Sungguh kesibukan anda dengan masa lalu, kegelisahan dengannya, dan terbakar dengan apinya, serta jatuhnya diri anda dengan mengumpatnya adalah sesuatu yang sangat tragis, menakutkan, mengerikan, mencekam dan mengengatkan.

Membaca catatan yang telah lalu berarti menyia – nyiakan waktu anda sekarang, merobek kesungguhan, dan menghambur – hamburkan waktu yang sekarang. Allah telah menyebutkan beberapa umat dan apa yang mereka perbuat, “ Itu adalah umat yang telah lalu.”

Persoalan telah selesai dan dihukumi, tidak ada mamfaatnya membedah zaman yang telah pergi dan mengembalikan roda sejarah. “ Sesungguhnya orang yang kembali ke masa lalu itu ibarat orang yang menggiling, padahal ia sendiri ikut tergiling, dan seperti orang yang menaburkan serbuk gergaji.”
Penyair berkata: “ selamatkan diri anda dari belenggu masa lalu. Jangan anda mengembalikan aliran sungai dari muaranya, matahari dari tempat terbitnya, anak kecil ke perut ibunya, air susu ke putingnya dan air mata ke pelupuknya.”

Dahulu kala orang – orang berkata kepada mereka yang menangisi masa yang telah pergi, “ Tidak akan keluar mereka yang telah mati dari kuburnya.” Juga disebutkan tentang orang – orang yang mampu berbicara dengan hewa, mereka bertanya kepada binatangnya, “ mengapa kamu tidak mengunyah ?.” sang Himar ( binatang ) menajwab : “ Sesungguhnya bencana kita adalah adanya ketidakmampuan kita terhadap waktu yang ada, tetapi justru menyibukkan diri dengan waktu yang telah berlalu.”

Kita biarkan istana kita yang indah dan menangisi puing – puing kehancuran. Sungguh, seandainya manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan masa lalu, pasti mereka tidak akan mampu, karena dengan sendirinya hal ini merupakan sesuatu yang mustahil.

Sungguh manusia tidak akan melihat ke belakang dan tidak akan menoleh ke masa yang silam, karena ingin mengarah ke depan, air mengalir kedepan, dan rombongan berjalan kedepan. Maka janganlah anda menyalahi sunnah kehidupan. Wasalammm
Sumber : Aidh Abdullah Al – Qarni
Penulis : Hamba Allah, La - Tahzan

Doa Sesudah Sholat



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَا فِىىُٔ مَزِيْدَةْ، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَايَنْبَغِى لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمِ سُلْطَانِكَ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ، اَللّٰهُمَّ اَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الْاُمُوْرِكُلِّهَاوَاَجِرْنَامِنْ خِزْيِ الدُّنْيَاوَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ، اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْىٔلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارَ، اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّكَرِيْمٌ حَلِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُو بَنَا وَذُنُوْبَ وَالِدِيْنَا بِرَحْمَتِكَ يَااِحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam dengan puji yang menetapi nikmat-Nya. Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas ketinggian Dzat-Mu dan kerajaan-Mu. Ya Allah ya Tuhan kami, selawat dan salam sejahtera kepada Nabi kami yaitu Muhammad saw. Kepada keluarganya, dan sahabatnya. Wahai Tuhan yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Ya Allah perbagus oleh – Mu akan kesudahan kami pada segala urusan kami. Dan beri pelepas oleh-Mu kami ini daripada kesusahan dunia dan siksaan di akhirat, Ya Allah bahwa sesungguhnya kami memohon kepada – Mu akan keridhaan Engkau dan akan surga dan kami minta berlindung akan Engkau daripada kemarahan – Mu dan daripada api neraka-Mu. Ya Allah bahwa sungguhnya engkau itu maha pengampun lagi yang maha mulia lagi yang lemah lembu. Engkau cinta akan kemaafan maka beri pengampuna oleh Mu untuk kami. Ya Allah ampun oleh-Mu bagi kami akan segala dosa – dosa kami dan sega dosa – dosa kedua ibu – bapak kami dengan belas kasihan engkau wahai Tuhan yang maha pengasihani lagi maha penyayang.

اَللّٰهُمَّ اَحْيِنَابِالْاِيْمَانِ وَأَمِتْنَابِالْاِيْمَانِ وَاحْشُرْنَا بِالْاِيْمَانِ وَاَدْخِلْنَاالْجَنَّةَ بِالْاِيْمَانِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْىئَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا وَنَسْئَلُكَ قَلْبًاخَاشِعًا وَنَسْئَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْئَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْئَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْئَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةَ وَنَسْئَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْئَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ.

Ya Allah hidupkan oleh-Mu akan kami dengan iman dan matikanlah kami beserta iman, dan himpunkan oleh-Mu kami ini dengan orang – orang yang beriman, dan masukkan oleh – Mu dalam surga dengan keimanan serta rahmat engkau, wahai Tuhan yang maha pengasihani lagi maha penyayang. Ya Allah sesunggunya kami memohon kepada Engkau untuk iman yang selama – lamanya dan kami minta kepda-Mu untuk hati yang tetap dan untuk keyakinan orang – orang yang benar dan kami meminta kepada-Mu untuk amal yang saleh, agama yang betul, untuk berkekalan dalam sejahtera serta rasya syukur didalam sejahtera dan kami minta akan engkau akan terkaya dari pada manusia..

اللّٰهُمَّ سَلِّمْنَا وَسَلِّمْ دِيْنَنَا وَسَلِّمْ اِيْمَانَنَا وَسَلِّمْ اِسْلَامَنَا وَسَلِّمْ تَوْحِيْدَنَا وَسَلِّمْ مَعْرِفَتَنَا وَسَلِّمْ قُلُوْبَنَا يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَّاسِعًا، اللّٰهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا خَزَائِنَ رَحْمَتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.


Ya allah selamatkan oleh – Mu akan kami dan agama kami dan iman kami dan islam kami dan tauhid kami dan ketauhidan kami dan hati kami wahai tuhan sekalian Alam. Ya Allah rezekikan oleh – Mu kami dengan ilmu yang bermamfaat dan reziki yang luas. wahai Tuhanku bukakan oleh-Mu segala pintu rahmat Engkau dan beri oleh-Mu akan segala gedung – gedung rahmat engkau dengan belas kasihan engkau wahai Tuhan yang maha mengasihani lagi maha penyayang.

اللّٰهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا التِّبَاعَهُ وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اِجْتِنَابَهُ، اَللّٰهُّمَّ اسْتُرْعَورَاتِنَا وَآمِنْ رُوْعَاتِنَا رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى 
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار، رَبَّنَا ظَلَّمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.

Ya Allah berikan oleh-Mu kepada kami akan sebenar – benar kebenaran dan rezekikan oleh – Mu akan kami akan mengikutnya kebenaran dan nampak oleh-Mu akan kami segala yang batil itu buruk dan karuniakan oleh-Mu akan kami agar menjahuinya kebatilan. Ya Allah tutup oleh Mu akan keaiban kami dan pelihara oleh Mu akan pikiran kami. Ya Allah datangkan oleh-Mu bagi kami di dunia akan kebaikan serta kebaikan di akhirat dan pelihar oleh-Mu kami daripada azab kubur, Ya Allah telah kami zalimi diri ini dan seandainya tidak Engkau beri pengampunan untuk kami dan tidak engkau kasihani kami sungguh adalah kami ini daripada orang – orang yang rugi.


رَبَّنَا تُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، رَبَّنَا اغْفِرلَنَا وَلِوَالدِيْنَا وَلِمَشَا يِخِنَا وَلِاُسْتَاذِنَا وَلِاِخْوَانِنَا وَاَخَوَاتِنَا وَلِأَجْدَادِنَا وَجَدِّاتِنَا وَمَنْ اَحْسَنَ 
اِلَيْنَا وَمَنْ اَحَبَّ اِلَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَلْاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْن.


Ya Allah sadarkanlah kami ini bahwa sesungguhnya Engkau itu Maha Pentaubat dan lagi pengasih, Ya Allah ampunilah kami dan kedua ibu – bapak kami, guru – guru kami, ustaz kami,saudara – saudara kami, kakek dan nenek kami, orang – orang yang baik kepada kami, orang – orang yang mencintai kami serta sekalian orang muslim dan muslimat dan orang yang beriman baik laki- laki maupun perempuan yang hidup dari pada mereka itu dan bagi yang sudah menginggal dunia dengan kasih sayang engkau wahai yang Maha Pengasih lagi Penyayang.


اَللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ وَاَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مْحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّالْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرسَلِيْنَ وَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ.
الْفَاتِحَةِ. . .


Ya Allah bantu oleh – Mu daripada bantuan agama dan lemah lembutkanlah diantara hati orang mukmin dan hancurkan oleh – Mu akan musuh – musuh agama dan binasakan oleh – Mu akan orang – orang kafir serta orang – orang yang menyekutukan-Mu. Dan selawat Allah dan salam Allah kami minta diatas penghulu kami dan tuan kami yaitu Nabi Muhammad saw dan diatas keluargha serta sahabat – sahabatnya sekalian. Maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan daripada barang yang mereka ( orang kafir ) serupaikan kepada – Mu. Dan salam diatas sekalian Rasul dan segala puji itu hanya milik bagi Allah tuha sekalian Alam.. 

Maafakan kami baik dalam kesalahan arti maupun dalam penulisan bahasanya sobat.
Wasalam, semoga bermamfaat sobat J

Karya & Penulis : “ Hamba Allah”
Penerjemah       :  Tgk Firdaus dari Malaysia ( “tinggal sekarang di Dayah DTB samalanga” )
Subaru Bahasa : “ Hamba Allah “

Bagaimana Menghadapi Kritik Yang Salah?


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Orang – orang yang bodoh dan tolol mencela Tuhan yang telah menciptakan dan memberi rezeki, mencela Tuhan Yang Maha Esa, tiada Tuhan melainkan Dia. Maka bagaimana saya dan anda bisa memprediksikan, sedangkan kita adalah orang yang suka berbuat salah dan aniaya.

Dalam sebuah kehidupan, pasti anda akan menghadapi suatu pertempuran yang sengit dan tidak mengenal belas kasih, yang berupa kritikan yang sangat pahit, penghancuran yang direncanakan, dan penghinaan selagi anda memberi dan membangun, memiliki pengaruh, dan memiliki prestasi yang bersinar dan cemerlang.
Mereka tentu selamanya tidak akan pernah diam diri dari anda, hingga anda membuat ruang tertentu di dalam bumi atau membuat tangga di langit untuk melarikan diri, padahal anda ada di antara kehidupan mereka. Maka tunggulah keburukan yang akan di timpakan oleh mereka kepada anda dan keluarnya air mata dari kelupuk mata anda, berdarah kedua bola mata, dan menyita tempat tidur anda. “ Mereka dengki kepada seorang pemuda ketika mereka gagal dalam berusaha.” Maka manusia adalah musuh bagi pemuda.

Sungguh, orang yang menetap di bumi dia tidak akan jatuh, manusia tidak akan menendang anjing yang telah mati, tetapi mereka akan marah kepada anda karena anda telah melampauinya dalam hal kebaikan, ilmu, tata krama ataupun karena kesuksesan anda terhadap kekayaan yang anda peroleh.

Dihadapan mereka, anda adalah seorang pendosa yang tidak terampuni, hingga anda tinggalkan segala bakat dan kenikmatan – kenikmatan yang telah Tuhan berikan kepada anda, anda lepaskan segala sifat – sifat terpuji dan segala makna berbakti, sehingga yang tinggal hanya kebodohan dan ketololan dan kerusakan.
Inilah yang mereka kehendaki dari anda. Kalau begitu tegarlah terhadap ucapan. “ Gunung Uhud Tegar”. Jadilah anda bagai batu yang diam menakutkan yang dari sisi atasnya memecah hujan dingin bagi kokohnya wujud dan kadar selama – lamanya.

Jika anda memperhatikan ucapan mereka dan anda bereaksi terhadap ucapan itu, sungguh anda telah mewujudkan angan – angan mereka yang berlebihan dalam memperkeruh kehidupan dan umur anda. Maka tolaklah mereka dengan penolakan yang penuh kesantunan.

Ingatlah, berpalinglah dari mereka, dan janganlah bersempit dada terhadap tipu daya mereka. Sungguh kritik mereka yang bodoh adalah penjelas yang memuliakan diri anda. Kritik dilancarkan sepadan dengan ukuran anda. Pasti anda tidak akan mampu membungkam mulut – mulut mereka, dan tidak akan mampu untuk mengingat lisan – lisan mereka, tetapi anda hanya akan mampu meredam kritisi mereka, menghindar darinya, membiarkan sikap mereka, dan melemparkan kata terhadap ucapan mereka. “ Katakan (Olehmu Muhammad) matilah kamu dengan kemarahanmu.”
“Ketika kebaikan – kebaikan yang aku tunjukkan, malah itu yang menjadi keburukan. Maka katakan padaku bagaimana mengungkapkan alasan

Bila anda menghendaki agar diterima dan dicintai oleh semua, bebas dari aib dan cela yang ada di dunia, berarti anda mengusahakan hal yang mustahil dan mengangan – angankan yang jauh. “ Dan perkataan orang hasud yang tanpa dosa aku dengarkan dan aku katakan , “Lakukan dan tancapkan kepada ku, mereka mencela aku, sedangkan aku tidak membalasnya, dan tidak kan pernah berkeringat dahiku selamanya.”

Pesan Hamba Allah :
“Dan ingat, apa yang menjadi cobaan untuk anda berarti itu peluang emas untuk kesuksesan anda”

Sumber : Aidh Abdullah Al – Qarni
Penulis : Hamba Allah, La - Tahzan

Memilih Ilmu, Guru, Teman Belajar dan Tekun dalam Mencari Ilmu


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Perlu sahabat ketahui, umumnya para pelajar harus mencari ilmu pengetahuan yang paling baik atau paling cocok dengan dirinya. Pertama – tama yang perlu dipelajari oleh seorang penuntut adalah ilmu yang paling baik dan yang diperlukannya dalam urusan agama pada saat itu. Kemudian baru ilmu – ilmu yang diperlukannya pada masa yang akan datang.

Ilmu tauhid harus didahulukan, supaya penuntut mengetahui sifat – sifat Allah berdasarkan dalil yang otentik. Karena imannya orang yang taklid tanpa mengetahui dalilnya, sekalipun itu sah menurut pendapat kami ( orang – orang yang berilmu dahulu ) ia tetap berdosa.

Para penuntut harus mempelajari ilmunya para ‘ulama saraf. Para ulama berkata: “ tetaplah kalian pada ilmunya para Nabi, ilmu agama, dan tinggalkanlah ilmu – ilmu yang baru.” Tinggalkan ilmu debat yang muncul setelah meninggalnya para ulama. Sebab perdebatan akan menjauhkan seseorang dari ilmu fiqih, menyia – nyiakan umur, menimbulkan keresahan dan permusuhan. Dan apabila umat Muhammad saw. Sudah mulai suka berbantah – bantah diantara mereka, itulah tanda akan datangnya hari kiamat. Tanda bahwa ilmu fiqih semakin menghilang. Demikian menurut Sabda Rasulullah saw.

Adapun cara memilih guru atau orang yang “Alim, yang bersifat wara’a, dan yang lebih tua. Sebagaimana abu Hanifah memilih Abu Ahmad bin Abi Sulaiman, karena beliau mempunyai kriteria atau sifat – sifat tersebut. Maka Abu Hanifah menguji ilmu kepadanya.

وَقَالَ اَبُوْ حَنِيْفَةَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالٰى وَجَدْتُهُ شَيْخًاوَقُوْرًا حَلِيْمًا صَبُوْرًا. وَقَالَ : ثَبَتُّ عِنْدَ حَمًادِبْنِ أَبِى سُلَيْمَانَ فَنَبَتُّ.
Abu Hanifah berkata : “beliau adalah seorang guru berakhlak mulia, penyantun dan penyabar. Aku betahan mengaji kepadanya hingga aku seperti sekarang ini.

Abu Hanifah juga berkata :” aku pernah mendengar seorang ahli hikmah dari negeri samarkan berkata, “ Ada salah seorang penuntut ilmu bermusyawarah dengan ku ketika hendak pergi ke bukhara untuk menuntut ilmu.”

Demikian seharusnya setiap pelajar ataupun penuntut ilmu harusnya bermusyawarah dengan orang alim ketika akan pergi menuntut ilmu atau dalam segala urusan. Karena Allah SWT menyuruh Nabi Muhammmad saw supaya bermuusyawarah dalam segala urusan, padahal tiada seorang pun yang lebih pandai dari beliau. Dalam segala urusan beliau selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya, bahkan dalam masalah rumah tangga pun beliau bermusyawarah dengan isterinya. Saidina Ali berkata: “ Tak akan binasa orang yang mau berunding.”

Dikatakan bahwa manusia itu ada tiga macam:
1)      Orang yang benar – benar sempurna
2)      Orang yang setengah sempurna
3)      Orang yang tidak sempurna sama sekali

Adapun orang yang benar – benar sempurna adalah orang yang pendapat – pendapatnya selalu benar dan mau bermusyawarah. Orang yang setengah sempurna adalah orang yang pendapatnya benar tapi tidak mau bermusyawarah. Dan orang yang tidak sempurna sama sekali adalah orang yang pendapatnya salah dan tidak mau bermusyawarah. Imam Ja’afar Shiddik berkata kepada Sufyan Tsauri, “Musyawarahkan urusanmu kepada orang yang takut akan Allah.”

Mencari ilmu adalah perbuatan yang luhur dan perkara yang sulit, maka bermusyawarah atau meminta nasihat kepada orang alim itu penting, dan suatu keharusan. Ketahuilah, bahwa kesabaran dan ketabahan atau ketekunan adalah pokok dari segala urusan. Tapi jarang sekali orang yang mempunyai sifat – sifat tersebut, sebagaimana kata dalam sebuah syair:

لِكُلٍّ اِلٰى شَأْوِالْعُلَى حَرَكَاتُ ٭ وَلٰكِنْ عَزِيْزٌ فِى الرِّجَالِ ثَبَا تُ
Artinya :”Setiap orang pasti mempunyai hasrat memperoleh kedudukan atau martabat yang mulia, namun jarang sekali orang yang mempunyai sifat sabar, tabah, tekun dan ulet.

Ada juga yang berkata bahwa keberanian adalah kesabaran menghadap kesulitan dan penderitaan. Oleh karena itu, seorang pelajar harus berani bertahan dan bersabar dalam menuntut ilmu duniawi khusunya akhirwi yang harus bersabar dalam mengaji dan dalam membaca sebuah kitab. Tidak meninggalkannya sebelum tamat atau selesai. Tidak berpindah – pindah dari satu guru ke guru yang lain, dari satu ilmu ke ilmu yang lain. Padahal ilmu yang dia pelajari belum dikuasai, dan tidak pindah- pindah dari satu daerah ke daerah yang lain, supaya waktunya tidak terbuang sia – sia.

Seorang pelajar tidak boleh menuruti keinginan hawa nafsunya seperti kata dalam syair: “Sungguh hawa bafsu itu rendah nilainya, barang siapa terkalahkan oleh hawa nafsunya bearti dia terkalahkan oleh kehinaannya.

Seorang pelajar mestinya harus tabah dalam menghadapi ujian dan cobaan. Sebab ada yang mengatakan bahwa gudang ilmu itu selalu diliputi dengan cobaan dan ujian. Ali bin Abi Thalib berkata : “Ketahuilah, kamu tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan hal enam perkara, yaitu befikir, semangat, sabar, memiliki bekal, petunjuk atau bimbingan guru dan waktu yang lama ataupun menetap.”

Seorang pelajar harus memilih atau berteman dengan orang yang tekun belajar, bersifat wara’a dan berwatak Istiqamah, dan orang – orang yang suka memahami ayat – ayat Al – Quran dan hadist Nabi. Dan ia harus menjauhi teman yang malas, banyak bicara, suka merusak, dan suka memfitnah.
Seorang penyair berkata:
عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَلُ وَاَبْصِرْ قَرِيْنَهُ ٭ فَاِنَّالْقَرِيْنَ بِالْمُقَارِنِ يَقْتَدِىْ
فَاِنْ كَانَ ذَاشَرٍّفَجَنِّبْهُ سُرْعَةً ٭ وَاِنْ كَانَ ذَا خَيْرٍ فَقَارٍنْهُ تَهْتَدِىْ
Jangan bertanya tentang kelakuan seseorang, tapi lihatlah siapa temannya. Karena orang itu biasanya mengikuti temannya. Kalau temanmu berbudi buruk, maka menjauhlah segera. Dan bila berlaku baik maka bertemanlah dengannya, tentu kamu akan mendapat petunjuk.”

Nabi Muhammad saw bersabda:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلٰى فِطْرَةِ الْاِسْلَامِ اِلَّا اَنَّ اَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهٖ وَيُمَجِّسَانِهٖ
“ Setiap anak yang dilahirkan itudalam keadaan fitrah ( Suci ). Kedua orang tuanyalah yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.”

Berikut ada kata – kata hikmah berbahasa parsi yang artinya:
“Teman yang jahat itu lebih bahayanyadaripada ular berbisa. Karena teman yang jahat itu akan menjerumuskan Anda kedalam nerakaJahim. Oleh karena itu, bertemanlah dengan orang – orang yang baik, karena ia dapat menyebabkan Anda masuk surga.”

. . . Kalau ada yang salah bahasa ( penulisan) jangan lupa diberi komentar sobat J . . .
Sekian. . . . J
Sumber: Alim Muta’klim
penulis : Hamba Allah

Perkelahian Lelaki Dengan Iblis


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pada zaman dahulu ada sepasang suami isteri yang hidup di sebuah kampung. Mereka hidup didalam suasana aman dan tentram, walaupun tidak di karuniakan bagi mereka akan anak. Walaupun hidup mereka miskin tetapi mereka merupakan pasangan yang sangat taat kepada perintah Allah. Mereka sangat tekun melakukan ibadah kepada Allah disamping meninggalkan segala perkara yang dilarang.

Pada suatu hari lelaki itu keluar dari rumahnya dengan tujuan untuk mencari pekerjaan. Seketika dalam perjalanan kesebuah pekan yang dekat dengan tempat tinggalnya, lelaki itu meliahat sekumpulan manusia yang sedang mengerumuni sebatang pohon yang besar. Mereka kelihatannya sedang menyembah pohon besar tersebut. Seolah – olah itu tuhan yang akan memberikan kehidupan yang lebih baik kepada mereka.
“ini suatu yang salah, ini perbuatan syirik. Aku harus melakukan sesuatu untuk menyadarkan mereka.” Kata lelaki itu dengan penuh rasa bertanggung jawab untuk menyelamatkan akidah penduduk disitu.

Kemudian lelaki itu pulang kembali kerumahnya dengan tujuan untuk mengambil sebuah kapak. Dia mau menebang pohon besar tersebut supaya perbuatan syirik yang mereka lakukan dapat terhentikan. Dengan itu sudah tentu mereka akan balik menyembah Allah seperti mana biasanya.

Setelah mengambil kapak, lelaki itu kembali lagi ke tempat mereka melakukan perbuaan syirik tersebut. Di pertengahan jalan lelaki itu bertemu seorang lelaki yang berbadan besar. Ternyata lelaki yang dia jumpai di tengah perjalanan itu adalah iblis yang menyerupai dirinya sebagai manusia. Lelaki iblis itu telah menghalang perjalanannya untuk menebang phon besar itu.

Dia bertanya: “hai saudara, kemana kamu hendak pergi dengan kapak mu itu ? , lelaki itu menjawab: “aku mau ke pohon besar itu,yang di tempat orang berkumpul menyembahnya, aku mau manghapuskan kesyirikan yang mereka lakukan dengan memotong pohon besar tersebut.”
“mengapa pula kamu sibuk – sibuk untuk menghalang mereka. Bukannya kamu tidak punya hungan apa – apa dengan mereka, jika mereka syirikpun bukannya kamu tidak rugi apa – apa, lebih baik kamu pulang sajalah.”

Laki – laki itu tetap pada tujuannya:” tidak, aku tetap akan menebang pohon itu, kesyirikan ini harus dimusnahkan.” Jawab lelaki itu denagn tegas. “lebih baik kamu pulang saja, dan jangan kamu teruskan pekerjaanmu itu !” bentak iblis dengan penuh kemarahan.

“Ahh tidak, aku tetap akan menebang pohon itu!”
Masing-masing tidak mau mengalah, mereka tetap pada pendirian mereka masing-masing, lalu terjadilah pertengkaran yang sangat sengit. Walaupun badan lelaki itu lebih kecil daripada si iblis tersebut, namun lelaki itu akhirnya memenangi pertengkaran itu. Akhirnya iblis menyerah sambil meminta ampun. Walaupun dari segi zahir dia sudah kalah, tetapi didalam hatinya dia tetap mencoba untuk menghalangi laki-laki tersebut dari melakukan pekerjaannya.

Sambil menahan kesakitan laki-laki itu berkata: “Tuan maafkanlah atas kekasaran yang saya lakukan tadi, saya tidak akan menghalangi tuan lagi.begini saja tuan, hari ini tuan pulang saja dulu tanpa menebang pohon itu saya berjanji, nanti sehabis tuan solat subuh setiap hari, dibawah sajadah tuan aku sediakan uang emas sebanyak empat dinar. Pulanglah dulu aku berjanji.

Mendengar janji si iblis dengan uang empat dinar itu, lunturlah semangat lelaki tadi untuk menebang pohon tersebut. Lalu dia pulang kerumah dan menceritakan peristiwa tersebut kepada isterinya, mereka berdua terbayang – bayang akan uang emas yang akan di berikan iblis tadi. Tentunya dengan uang sebanyak itu setiap hari kehidupan mereka yang miskin akan berubah kelak nanti, dan pasti mereka akan kaya, “dalam hati mereka”.

Dia tidak menyadari bahwa semuanya itu adalah rencana iblis untuk mematahkan niatnya menghalang kesyirikan dan kemungkaran yang berlaku di dalam masyarakatnya.
Pada ke esokan harinya, ketika lelaki tersebut selesai mengerjakan sembahyang subuh, lelaki itu langsung meliahat dibawah sajadahnya. Rupanya memang benar yang dijanjikan si iblis itu. Lalu dia memberitahu isterinya dan mereka berdua sangat bergembira.

Begitulah pada hari kedua dan ke tiga uang emas itu tetap ada dibawah sajadahnya ketika selesai sembahyang subuh. Lelaki itu dan isterinya semakin hari semakin memboros membelanjakannya tanpa berfikir panjang. Mereka menyangka akan memperoleh uang tersebut stiap hari. Tetapi pada hari ke empat mereka mulai kecewa disaat mereka meliahat dibawah sajadahnya, ternyata uang itu tidak ada, isterinya mulai sibuk karena merasa bahwa mereka telah tertipu.

Dengan suara kecewa lelaki itu berkata untuk menenangkan hatinya: “jangan engkau khawatir, mungkin besok kita akan mendapat delapan keping sekaligus.”

Namun mereka begitu kecewa karena uang yang mereka inginkan tetap tidak lagi, ini meneyabkan isterinya marah sambil berteriak: “penipu, ambil kapakmu dan pergilah tebang pohon itu.”

“ya, berani dia menipu kita. Akan aku tebang pohon itu hari ini juga. Akan aku musnahkan pohon itu sampai ke akarnya. Biar membuatku puas.” Jawab lelaki itu.

Lelaki itu lalu mengambil kapaknya kemudian diasah setajam – tajamnya. Setelah itu dengan penuh semangat dia menuju ketempat pohon besar itu. Dipertengahan jalan, lelaki iblis itu menghalang sekali lagi perjalanannya. Iblis itu berkata: “mau kemana kamu dengan kapak itu ?”
“aku mau menebang pohon itu”, jawab lelaki itu penuh keberanian.
“lebih baik kamu lupakan saja niat kamu itu.” Kata iblis tersebut.
“ahh, kau tidak akan termakan lagi dengan kata – kata mu itu. Kamu penipu.” Marah lelaki itu kepada si iblis.

Setelah keduanya saling bertengkar yang tidak ada penyelesaian, maka terjadilah perkelahian kembali yang hebat antara mereka. Namun begitu keputusan, sebaliknya dulu dimana lelaki itu yang menang tetapi kini giliran si iblis yang mengambil kemenangan.

Dalam kesakitan akibat perkelahian mereka, lelaki itu tadi bertanya dengan penuh keheranan:” Kenapa dahulu dengan mudah aku dapat mengalahkanmu, tapi mengapa pula sekarang giliran aku yang kalah kepadamu.”

Si iblis itu tertawa terbahak – bahak sambil berkata:” dahulu memang aku tidak mampu mengalahkanmu, karena waktu itu engkau berniat memotong pohon itu karena Allah. Akan tetapi pada kali ini niat mu semata hanyalah karena uang sahaja. Sudah tentulah kali ini Allah tidak lagi membantumu. Lebih baik engkau pulang saja sebelum aku membunuh mu.

Mendengar  penjelasan dari si iblis demikian, lelaki yang tadi terdiam dalam kebingungan. Sekarang dia baru sadar akan kesalahan dan niat yang dia lakukan yang begitu mudah berubah hanya karena sedikit harta.
Dengan keadaan lemah dan terhoyong – hoyong ia pulang kerumahnya. Niatnya yang tadi ingin menebang pohon besar itu di tunda terlebih dahulu. Diapun sadar bahwa perjuangannya sekarang adalah tanpa keikhlasan karena Allah. Niatnya hanya karena harta semata. Dia akan meneruskan niatnya itu apabila hatinya sudah tekad karena Allah nanti.

. . . Kalau ada yang salah bahasa(penulisan) jangan lupa diberi komentar sobat J . . .
Sekian. . . . J
Sumber: Othman Ramli
penulis : Hamba Allah


Taubatnya Sekumpulan Perampok


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pada zaman dahulu terdapat sekumpulan lelaki yang bekerja sebagai perampok. Para pedagang sangat ramai melewati kawasan tersebut yang menjadi mangsa mereka. Pada suatu malam mereka berencana untuk merampok disebuah rumah yang sangat mewah. Lalu mereka menyamar diri sebagai tentara – tentara islam yang baru pulang dari Jihad pada jalan Allah. Padahal itu hanyalah taktik mereka agar tau tempat – tempat harta penyimpanan mereka untuk merampok pada keesokan harinya.

Setelah mereka sampai didepan pintu rumah. Kemudian mereka berkata kepada tuan rumah: “Kami adalah dari pasukan jihad dan baru saja pulang dari medan perang.sesungguhnya kami telah tersesat dijalan, dan jika boleh izinkan kami untuk menginap beberapa malam saja di rumah tuan.”
Tuan rumah itu sangat senang mendengarnya karena sudah menjadi satu kebanggaan menyambut para pejuang yang baru pulang dari medan perang di jalan Allah. Disaat makan malam mereka melihat ada seorang anak yang terbaring lesu diruang tamu. “Siapakah anak itu tuan ? “ Tanya ketua perampok tersebut. Lelaki kaya itu menjawab: “Ohh. . . Itu anak saya, tubuhnya cacat dan sudah saya coba berbagai – bagai macam obat dan tabib yang kami jumpa untuk menyembuhkannya. Tapi Allah belum lagi mengizinkannya.”

Sesudah makan malam, perampok – perampok itu berpura – pura mengambil wuzuk untuk menunaikan solat malam untuk mengelabui mata tuan rumah tersebut yang bahwa mereka memang benar tentara islam yang baik dan bertakwa.

Ketika itulah tuan rumah berfikir: “Hmm.. Sebaiknya aku ambil sedikit sisa dari wuzuk mereka yang berjihad ini. Siapa tau dengan keberkatan mereka anak ku itu akan sembuh.”
Lalu dia mengambil air bekas wuzuk lelaki – lelaki tersebut kemudian diberikan ke isterinya.” Sapukan air ini keseluruh badan anak kita, semoga saja dengan keberkatan mereka yang sudah berjuang dijalan Allah anak kita akan sembuh.” Kata lelaki itu kepada isterinya. Kemudian isterinya tanpa membantah melakukan seperti apa yang disuruh oleh suaminya.

Pada keesokan harinya tiba – tiba anak tuan rumah tersebut yang tadinya lumpuh sekarang sudah sembuh dengan serta merta. Lelaki kaya itu dengan isterinya sangat bergembira karena hajat mereka untuk melihat anak mereka sembuh seperti sediakala akhirnya terkabul juga. Ketua perampok dengan melihatnya peristiwa itu, lalu dia bertanya kepada tuan rumah tersebut: “ Bukankah itu anakmu yang kami lihat lumpuh semalam?

Yaa benarr. Itulah anakku yang lumpuh semalam. Sesungguhnya semalam tanpa kalian ketahui, aku telah mengambil  air dari sisa wuzuk kalian untuk disapukan kebadan anakku. Alhamdulillah dengan izin Allah anakku telah sembuh. Kami ingin mengucapkan terimakasih karena berkat kalian semua sebagai mujahid di jalan Allah, anakku telah sembuh. Jelas lelaki itu secara panjang lebar.

Mendengar keikhlasan dan ketulusan lelaki itu yang percaya dan yakin bahwa mereka adalah para tentara islam, perampok – perampok itu terharu dan menangis.

Akhirnya ketua perampok itu menceritakan hal yang sebenarnya bahwa mereka bukanlah orang yang seperti tuan pikirkan, akan tetapi sebaliknya. “kami perampok yang ingin merampok rumah tuan.”
Namun disebabkan keyakinan kepada Allah bahwa mereka adalah para mujahid yang menyebabkan anak mereka sembuh seperti semula.

Dengan nada yang penuh keinsafan ketua perampok itu berkata: “ Bukan kami yang menyembuhkan anakmu, tetapi keyakinanmulah yang menyebabkan Allah memberikan kesembuhan itu. Sesungguhnya peristiwa ini telah menyadarkan kami semua, dan mulai hari ini kami akan bertaubat dan tidak akan merampok lagi.”

Akhirnya semua perampok itupun meninggalkan pekerjaan keji mereka dan seterusnya bergabung bersama – sama psukan Jihad yang sebenarnya untuk menjadi para mujahidin sejati.

. . . Kalau ada yang salah bahasa(penulisan) jangan lupa diberi komentar sobat J . . .
Sekian. . . . J
Sumber: Othman Ramli
penulis : Hamba Allah

Masalah Cinta Dan Pacaran



Seorang “akhwat” pernah mengajukan permasalahan tentang pacaran. Ia bercerita begini:
“saya siswi SMU Negeri Jombang kelas I. Saya lihat dari teman – teman sekarang ini banyak yang terkena penyakit yang disebut “Pacaran”. Alasan mereka, kalau tidak pacaran, msa muda dirasakan hilang begitu saja. Hal tersebut kok bertentangan sekali dengan apa yang telah saya terima dari orang tua saya, bahwa pacaran itu haram karena mendekati Zina dan dapt menyeret perbuatan dosa. Pertanyaannya, adalah bagaimana sebenarnya masalah pacaran kalau menurut ajaran Islam? Terimakasih.”
Begini, Allah SWT. Berfirman

وَلَاتَقْفُ مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ، إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُلًا ٣٦

Artinya “janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al – Israa’ : 36)
Pacaran yang sering diartikan tunangan sebenarnya merupakan suatu proses akan terjadinya pernikahan, dan bukan sekedar main – main seperti umumnya bagi ABG yang tadi disebutkan terkena penyakit. Sebenarnya bukan demikian. Pacaran ialah waktu perkenalan dan penelitian untuk mengetahui dan mengenal keadaan masing – masing pihak.

Sementara, orang tua yang tidak setuju dan menganggap haram di karenakan para remaja kurang memahami akan persoalannya, hanya sekedar menuruti hawa nafsunya, dan ikut – ikutan. Padahal, dalam pacaran itu belum terdapat hak dan kewajiban. Pacaran diperbolehkan dengan batas – batas yang tidak dilarang oleh agama, jika itu dalam rangka menuju perkawinan yang sah. Karena itu, kalau remaja sudah mulai pacaran, apakah sudah difikirkan kelanjutannya, sementara saah ini ia sedang dalam belajar menuntut ilmu ?
Mughirah bin Syu’bah menghadap Rasulullah saw. Karena hendak meminang seorang wanita yang dicintainya. Rasulullah bersabda:

Lihatlah wanita itu lebih dahulu, karena yang demikian itu memungkinkan tercipta kasih sayang kelak keduanya (kalau terjadi perkawinan)” ( HR. Tirmizi ).

Kata – kata “Lihat” mengandung makna dalam, bukan hanya sekedar melihat lahirnya saja, melainkan juga meninjau akan batin. Karena itu, kalau kita memikirkan pernikahan, lebih baik tidak memikirkan pacaran. Kecuali hanya sekedar saling mengenal satu sama lain dengan batas – batas tertentu ( Ta’aruf dalam masa untuk meminang ).

. . . Kalau ada yang salah bahasa(penulisan) jangan lupa diberi komentar sobat J . . .
Sekian. . . . J
Sumber: Imam Musbikin
penulis : Hamba Allah

Jati Diri Ulama Aceh


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sejak islam pertama kalisampai ke Aceh, Ulama telah memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan Rakyat Aceh. Dalam hal ini, sejumlah ahli memandang bahwa faktor jaringan Ulama dari “Haramayn” telah membarikan warna intelektual di Aceh. Kehadiran mereka saat itu, juga sangat diharapkan oleh masyarakat guna mengajar mereka ajaran – ajaran islam. Disamping itu para Ulama juga menjadi penasehat para Raja. Dengan begitu, segala keputusan mereka akhirnya menjadi kebijakan kerajaan dalam bidang agama.

Hingga saat sebelum kedatangan penjajah dari benua Eropa,Ulama di Aceh telah dijadikan sebagai panutan dalam pengembangan tradisi keilmuan islam. Karena itu tidak sedikit dari mereka yang kemudian menyebarkan ajaran islam kedaerah lain seperti ; padang dan pulau jawa. Diaspora ini tentu saja kemudian mengakibatkan Aceh semakin dikenal luas oleh masyarakat nusantara. Bukan hanya disitu, karya – karya Ulama yang tinggal di Aceh juga dijadikan sebagai bahan rujukan dalam tradisi keilmuan Islam Nusantara. Denagn demikian, pada tradisi masa lalu para Ulama Aceh telah memberikan dasar – dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

Lebih dari itu, mereka juga secara aktif terlibat dalam upaya menghalangi penjajah asing yang datang ke Aceh. Keterlibatan mereka pada urutannya memberikan spirit tersendiri bagi pengalaman ajaran – ajaran islam di kalangan masyarakat Aceh.

Selanjutnya, pada masa – masa setelah kemerdekaan, para Ulama aceh juga tidak ketinggalan dalam memberikan kontribusinya bagi Indonesia. Dari mereka kemudian muncul cikal bekal Majlis Ulama Indonesia ( MUI ) yang sampai sekarang ini masih eksis di jakarta dengan kantor perwakilannya di seluruh penjuru indonesia. Lembaga ini ternyata telah memainkan peran penting dalam memberikan fatwa – fatwa bagi persoalan yang dihadapi oleh umat Islam. Oleh sebab itu, jasa para Ulama Aceh ini kemudian dapat disarankan oleh seluruh umat islam di indonesia. Karena itu, tidak dapat disangkal lagi, bahwa agenda para ulama Aceh pada masa lalu telah memberika infak bagi pemberdayaan umat Islam di Aceh, dan secara umum bagi Indonesia.

Kendati demikian, pergulatan ulama di Aceh telah menentukan beberapa fragmentasi yang cukup merugikan daerah ini. Proses distorsi peran ulama ini di mulai ketika Aceh menjadi bagian Republik Indonesia. Ulama mulai diarahkan kembali ke dayah dan tidak dilibatkan dalam proses sosial – politik Aceh. Era ini ditandai dengan kebangkitan peran “Ulee balang” dan sejumlah elit politik yang terlibat dalam membina hubungan Aceh dan jakarta. Akibatnya, banyak para ulama Aceh yang tidak lagi mempercayai janji – janji pemerintah RI hingga mereka kemudiannmelakukan pemberontakan terhadap RI. Pemberontakan ini kemudian semakin mempertegas posisi ulama di Aceh tidak boleh dilibatkan dalam politik. Keneyataan ini seakan – akan membenarkan tesis C. Snouck Hurgronje bahwa untuk menguasai Aceh, para ulama harus dipisahkan dari kalangan umara. Dengan kata lain, pemerintahan dibiarkan di urus oleh para elit saja. Sedangkan ulama hanya di posisi sebagai pengawal masyarakat.

Fenomena ini kemudian semakin terasa pada pemerintah Orde Baru dimana sebagian ulama di Aceh hanya menjadi alat legitimasi doktrinal partai tertentu dalam memenangi pemilihan umum di Aceh. Kenyataan ini seolah – olah ingin memposisikan ulama sebagai alat kepentingan pemerintah. Sebab, para era Orde Baru, ulama yang dekat dengan pemerintah akan menuai bantuan, sebaliknya yang tidak dekat, akan mendekam dalam penjara atau di culik oleh oknum. Karena itu, pada masa Orde Baru, ulama Aceh lebih kepada kelompok ulama yang dapat didekati oleh pemerintah. Sehingga segala kebijakan yang menyangkut kepentingan pemerintah hampir selalu mendapat respon positif dari ulama Aceh.
Untuk mengakhiri bagian ini saya ingin mengutip suatu gazal Aceh :
                Ulama jameun pijuet – pijuet
                Gadoh khaluet baca do’a
                Ulama jino tumbon – tumbon
                Gadoh ek tron rinyeun istana
Arti :
Ulama zaman dahulu kurus – kurus
Asyik sibuk – berkhalwat dan membaca do’a
Ulama sekarang gemuk – gemuk
Asik sibuk naik turun tangga istana


Sumber:
                M Hasbi Amiruddin

Pemuda Yang Beristeri Dengan Bidadari


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pada suatu masa dahulu kala ada seorang pemuda yang dia kaya akan harta dari peninggalan orang tuanya. Dan ketika itulah juga panggilan jihat fisabilillah telah sampai ke kampung tersebut. Salah seorang dari pada mereka yang datang itu membacakan sepotong ayat Al-Quran untuk menaikkan semangat orang – orang yang berperang dijalan Allah yang sudah berkumpul untuk berjihad bersama – sama. Ayat itulah dari surat At – Taubah ayat : 111, artinya;
“sesungguhnya Allah telah membeli dari orang – orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka.

Pemuda yang kaya itu lalu bertanya sekali lagi:
“ Benarkah Allah membeli dari orang – orang mukmin akan diri dan harta mereka dengan Surga untuk mereka ???” “Ya, Benar wahai anak muda”. Kata anak laki – laki yang kaya itu, kemudian anak muda yang kaya itu melanjutkan lagi : “kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan Surga.”

Kemudian pemuda yang kaya itu menyerahkan semua harta kekayaan peniggalan ayahnya untuk disedekahkan bagi pejuang dijalan Allah. Yang tinggal padanya hanya kuda dan pedang sahaja. Ketika tiba waktunya berangkat ke medan perang, ternyata pemuda itulah yang datang lebih awal. Dalam perjalanan kemedan perang pemuda itu pula berpuasa di siangnya dan bangun beribadat pada malam harinya. Dia juga rajin dalam mengurus serta menyediakan unta dan kuda – kuda tunggangan para pejuang serta sering pula menjadi pengawal ketika semua tentara sedang tidur.

Disaat hampir sampai ketempat musuh, tiba – tiba pemuda itu berteriak dan maju kehadapan medan perang. “ Ayoooooo, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardiyah.” Kata pemuda tersebut dengan penuh semangat. Para tentara merasa heran melihat kelakuan si pemuda itu yang penuh semangat untuk berperang tetapi dia juga dalam waktu yang bersamaan dia teringat akan seorang wanita yang di panggilnya “Ainul Mardiyah” itu. Salah seorang dari tentara itu bertanya: “Siapakah Ainul Mardiyah itu ?? apakah dia kekasih mu ? “

Pemuda itu lantas menjawab: “tadi sewaktu aku sedang tidur, aku telah bermimpi. Yang bahwa seseorang telah datang dan mengajakku memasuki sebuah taman yang amat cantik. Taman itu kelihatan sungai – sungai yang mengalir jernih dibawahnya dan kelihatan pula bidadari – bidadari yang mengenakan perhiasan yang indah.

Ketika mereka melihat kedatanganku, mereka sangat gembira sambil berkata bahwa akulah suami Ainul Mardiyah. Aku lantas bertanya manakah satu diantara mereka yang bernama Ainul Mardiayah. Lalu mereka menjawab bahwa mereka adalah pembantunya dan meminta aku meneruskan langkahku”.

“Akhirnya akupun sampai pada suatu kemah yang terbuat dari mutiara yang berwarna putih. Dipintu kemah itu terdapat seorang bidadari yang begitu gembira apabila melihat kedatanganku. Lalu dia memanggil seseorang didalam kemah yaitu seorang yang bernama Ainul Mardiyah dan memberitahu bahwa aku sebagai suaminya telah datang.”

“Ketika aku dipersilakan masuk, aku melihat seorang bidadari yang sangat cantik sedang duduk diatas sebuah sofa emas yang ditaburi oleh permata. Waktu aku mencoba untuk mendekati, dia menyuruhku bersabar karena aku belum lagi diizinkan menyentuhnya. Ini disebabkan rohku masih Alam dunia dan rohnya pula di Alam surga.”

“Ketika itulah aku terbangun dan menyebabkan aku seperti ini wahai sahabatku sekalian. Aku sudah tida sabar lagi untuk bertemu dengan Ainul Mardiyahku.”
Maka tidak lama selepas itu berlakulah pertempuran yang sengit antara mereka dengan musuh. Pemuda itu begitu bersemangat merempuh dengan membunuh begitu ramai tentara musuh. Akhirnya mereka telah mencapai kemenangan yang besar.

Walaupun begitu ramai tentara islam yang syahid. Salah seorang daripadanya ialah pemuda yang kaya tersebut. Di seluruh tubuh badannya terdapat banyak kesan tikaman dan tusukan pedang menandakan bahwa dia seorang yang begitu gagah dan bersemangat menentang musuhnya. Namun begitu diwajahnya kelihatan sebuah senyuman seolah – olah dia dalam kebahagiaan yang di impikannya itu yaitu untuk bertemu dengan isterinya di Surga yang bernama “AINUL MARDIYAH”.

Sumber kisah: Othman Ramli

Makna Cinta Dalam Islam


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Cinta adalah anugerah sekaligus musibah. Ia akan menjadi kenikmatan bila muncul karena Allah dan berlangsung dijalan Allah. Cinta seperti ini tidak mengenal batas ruang dan waktu sekaligus melampaui batasan fisik dan materi. Orang bijak berkata cinta fitri adalah buah yang tak mengenal musim dan dapat dipetik oleh siapa saja.

Karena cinta yang semacam ini tidak menjadi msalah pada siapa dan seberapa besar apa bentuknya asalkan didasari karena Allah SWT. Dan tetap berada dijalan-Nya. Perasaan cinta didalam jiwa manusia memang sebuah misteri, sebagaimana halnya fenomena tentang “Ruh” / Roh.Rasulullah saw. Bersabda:
“ Ruh itu laksana pasukan yang dikerahkan. Seberapa jauh meraka saling mengenal maka sejauh itu pula mereka saling menyatu dan seberapa jauh mereka tida saling mengenal, sejauh itu pula mereka akan berselisih.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Karena itulah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Muslim, bahwa kalau menyatu jiwa sesama mukmin dalam cinta itu akan menjadi kuat dan tetap hidup seperti halnya satu tubuh. Begitu kuatnya pengaruh dari cinta. Kadang mampu menghilangkan kontrol emosi dan logika manusia hingga tidak mampu bersikap objektif.

Cinta bisa membuat seseorang mabuk asmara dan menjadi buta sebagaimana yang diungkapkan oleh Qais:
“ kamu gila karena orang yang kamu cintai, memang cinta buta itu lebih parah dari gila. Orang tidak bisa sadar karena cinta buta itu, sedangkan orang gila bisa terkapar tidak berdaya.”

Yang paling parah cinta dapat membuat seseorang lupa akan cinta kepada Allah dan dapat berakibat Syirik, “Na’u zubillah”. Oleh karena itu, dasarilah cinta itu dengan cinta karena Allah. InsyaAllah kita akan bahagia. Aminnn...

Sumber : Imam Musbikin

Isteri Yang Solehah Dan Suami Yang Fasik


بِسْمِاللّٰهِالرَّحْمٰنِالرَّحِيْمِ
Pada zaman dahulu didalam sebuah kampung ada sepasang suami isteri yang sudah berumur. Walaupun mereka sudah lama berhubungan yang terdapat perbedaan pribadi diantara keduanya masing – masing. Si isteri merupakan seorang yang taat dalam melakukan segala suruhan – suruhan Agama, sedang suaminya merupakan seorang yang fasik dan meninggalkan kewajiban – kewajiban Agama dan ridak mau berbuat kebaikan. Perempuan itu senantiasa berdoa agar suaminya berubah menjadi seorang sumai yang soleh pada suatu masa kelak nanti.

Si isteri mempunyai satu amala yang baik yaitu dia senantiasa mengucapkan “Bismillah” setiap kali hendak melakukan sesuatu atau melakukan suatu perkara. Suaminya pula tidak suka dengan tabiat baik isterinya itu dan selalu dia menyindirnya.

Suaminya dengan nada mengejek selalu berkata: “Apalah kamu itu selalu asik dengan kata Bismillah, Bismillah. Apa tidak ada perkataan lain yang boleh engkau ucapkan selain Bismillah.” Isterinya tidak berkata apa –apa setiap kali mendengar sindiran dari suaminya itu. Sebaliknya dia hanya bersabar dan berdoa kepada Allah SWT. Agar diberi taufik dan hidayah kepada suaminya yang fasik itu.


Si suami merasa tidak tentram. Si suaminya selalu mencuba mencari jalan untuk melakukan sesuatu. Pada sutu hari dia telah merancang bagi membuktikan bahwa amalan “Bismillah” yang dilakukan oleh isterinya itu adalah sia – sia saja. Sambil memikirkan sesuatu dia berkata didalam hatinya : “ Ya.. aku akan melakukan rancanganku ini. Isteriku itu pasti akan kecewa dengan bacaannya itu.”

Pada suatu hari si suamipun melaksanakan rancangan jahatnya itu. Bagi membuktikan kata – ktanya itu, lalu dia melakukan sesuatu bagi merangkap isterinya. Dia telah memberikan uang yang banyak kepada isterinya sambil berpesan:
wahai isteriku , simpanlah uang ini di tempat yang aman supaya tidak di ketahui oleh siapapun.” Tanpa berprasangka rancangan keji suminya itu, si isteri lalu mengambil uang tersebut lalu menyimpannya di suatu tempat yang aman.

Tanpa disadari rupanya si suami itu telah mengintip tempat diamana isterinya menyimpan uang itu. Setelah isterinya pergi, si suami langsung bertindak, dia mengambil uang tersebut lalu di simpan di tempat yang lain.
Beberapa hari kemudian si suami itu memanggil isterinya lalu berkata: “Wahai isteriku.. tolong ambilkan uang yang aku suruh simpan sama kamu waktu itu.” Tanpa mengetahui rancangan suaminya, si isteri yang solehah itu pergi ketempat dimana ia menyimpan uang suaminya itu sambil diikuti oleh suaminya.

Si suaminya dengan rasa takabur berkata dalam hatinya: “hmmm... hari ini akan saya buktikan bahwa apa yang dilakukan isteriku selama ini adalah sia – sia saja.” Si isteripun dengan penuh rasa keyakinan mebuka kotak penyimpanan uang itu sambil mengucapkan بسم الله الراحمٰن الراحيم   “  .

Maha suci Allah, bungkusan uang yang telah diambil oleh suaminya itu telah digantikan semula oleh Allah. Si isteri tanpa ragu menyerahkan bungkusan uang tersebut kepada suaminya.
Alangkah terkejutnya si suaminya itu melihat keajaiban di depan matanya sendiri. Lalu dia pergi ketempat bungkusan uang yang disimpannya dan ternyata uang yang dia simpan itu masih utuh juga seperti yang dia ambil waktu itu. Kali ini si sumai benar – benar percaya akan kekuasaan Allah. Dia merasa sangat bersalah dan dia juga mengakui segala perbuatannya itu kepa isterinya.

Akibat dari peristiwa itu si suami akhirnya bertaubat dan mulai mengerjakan semua perintah – perintah Allah. Dia juga mengikuti amalan mulia yang dilakukan isterinya yaitu : membaca بسم الله الراحمٰن الراحيم  apabila setiap kali hendak melakukan sesuatu perbuatan. Si isteri mengucapkan syukur kepada Allah, karena suaminya telah berubah menjadi seorang lelaki yang saleh.

Sumber : Otman Ramli

Niat Dalam Mencari Ilmu


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Laman ini saya  poskan berdasarkan sumber “Ta’klim Muta’klim” . kita sebagai pelajar ataupun sebagai penuntun ilmu tentunya kita harus menata niat kita ketika akan belajar ataupun menuntun suatu ilmu ( kebaikan ). Karena niat adalah: pokok dari segala ibadah. Nabi muhammad saw. Bersabda: “semua amal itu tergantung pada niatnya.” Hadis sahih.

كَمْ مِنْ عَمَلِ يُتَصَوَّرُ بِصُوْرَةِ أَعْمَالِ الدُّنْيٰا وَيَصِيْرُ بِحُسْنِ النِّيَّةِ مِنْ اَعْمَالِ الْآخِرَةِ. وَكَمْ مِنْ عَمَلٍ يُتَصَوَّرُ بِصُوْرَةِ اَعْمَالِ الْآخِرَةِ ثُمَّ يَصِيْرُ مِنْ اَعْمَالِ 
الدُّنْيٰا بِسُوْٓءِ النِّيَّة

Rasulullah bersabda, “banyak perbuatan atau amal yang tampak dalam bentuk amalan keduniaan, tapi karena didasari niat yang baik ( ikhlas ) maka menjadi atau tergolong amal – amal akhirat. Sebaliknya banyak amalan yang sepertinya tergolong amal akhirat, kemudian menjadi amal dunia, karena didasari niat yang buruk (tidak ikhlas)”.

Niat seorang pelajar dalam menuntut ilmu itu harus ikhlas mengharap ridha Allah, mencari kebahagiaan ilmu akhirat menghilangkan kebodohan dirinya,  dan orang lain menghidupka agama dan melestarikan Islam. Karena Islam itu akan tetap lestari jikalau pemeluknya berilmu.
Zuhud dan takwa tidak akan sah tanpa disertai dengan ilmu. Syeh Burhanuddin mensyairkan sebuah syair dari ulama berikut;

“Orang yang tekun, beribadah tapi dia bodoh, itu bahanya lebih besar daripada orang alim tapi durhaka. Keduanya adalah penyebab fitnah dikalangan umat, yaitu bagi orang – orang yang menjadikan mereka sebagai penuntun dalam urusan agama.”



Dalam menuntut ilmu kita juga harus didasari “Niat” untuk mensyukuri nikamat akal dan kesehatan badan, jangan sampai timbul niat hanya semata untuk dihormati oleh masyarakat, untuk mendapatkan harta dunia, atau agar mendapatkan kehormatan dihadapan pejabat atau lainnya.

Muhammad bin Hasan berkata; “ Andaikata seluruh manusia menjadi budakku, pasti akan kumerdekakan semuanya dan akan kubebaskan diriku dari mereka.”
Syeh Imam Hammad bin Ibrahim bin Ismail AssyafarbAl Ansari membacakan akan syairnyya kepada Abi Hanifah;

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمِ لِلْمَعَادِ ٭ فَازَ بِفَضْلِ مِنَ الرَّشَادِ
فَيَا لِخُسْرَانِ طَالِبِهٖ    ٭  لِنَيْلِ فَضْلِ مِنَ الْعِبَادِ

“Barang siapa menuntut ilmu untuk akhirat, tentu ia akan memperoleh anugerah kebenaran. Dan kerugian bagi orang yang menuntut ilmu yang hanya karena mencari kedudukan di masyarakat.”

Tentunya boleh menuntut ilmu dengan niat dan upaya mendapat kedudukan di masyarakat kalau kedudukan tersebut digunakan untuk Amar ma’ruf nahi mungkar, dan untuk melaksanakan kebenarannya serta untuk menegakkan agamAllah. Dan bukan semata untuk mencari keuntungan diri sendiri, dan juga bukan karena hawa nafsu.
Sebuah syair berkata:

هِيَ الدُّنْيَا اَقَالُّ مِنَ الْقَلِيْلِ ٭  وَعَا شِقُهَا اَذَلٌّ مِنَ الذَّ لِيْلِ
تُصِمُّ بِسِحْرِهَا قَوْمًا وَتُعْمِى ٭  فَهُمْ مُتَحَيِّرُونَ بِلَا دَلِيْلِ

“Dunia ini lebih sedikit dari yang sedikit, orang – orang yang terpesona padanya adalah orang yang paling hina. Dunia dan isinya adalah sihir yang dapat menulikan dan membutakan, Mereka kebingungan tanpa petunjuk.”



  • Tawadhu’kadalah salah satu sifat orang yang bertakwa. Dengan bersifat seperti ini orang yang takwa akan semakin tinggi martabatnya. Yang aneh adalah tentang Ujubnya orang yang tidak tahu keadaan dirinya apakah ia termasuk orang yang beruntung atau orang yang celaka. Atau bagaimana akhir umurnya, atau apa tempat kembalinya pada hari kelak nanti ( kiamat ), kenerakakah atau kesurga. Sedang yang berhak memiliki sifat sombong adalah Khusus Allah SWT, maka hindarilah bersifat demikian, karena Allah sangat memurkakan orang yang bersifat sombong.

Semoga bermaamfaat buat hamba Allah Sekalian.. aminn..
Sumber:   A’lim muta’klim